GOPOS.ID, BOLIHUTUO – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton di tengah geliat ekonomi baru yang dipicu pembangunan batalyon di Desa Piloliyanga.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan pengukuhan dan pengkaderan Senopati Tiga Dara yang digelar di Pantai Bolihutuo, Sabtu (18/4/2026).
Dalam sambutannya, Lahmuddin menyebut kawasan Piloliyanga, Limbato, dan Ayuhulalo kini menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Boalemo. Kehadiran batalyon dengan jumlah personel yang diproyeksikan mencapai 1.191 orang dinilai akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi secara signifikan.
Ia memaparkan, dengan asumsi rata-rata gaji Rp 5 juta per bulan dan pengeluaran minimal Rp1 juta per personel, potensi perputaran uang di masyarakat bisa mencapai sekitar Rp1 miliar setiap bulan.
“Ini peluang besar. Tapi kalau tidak siap, masyarakat lokal bisa kalah bersaing dengan pendatang,” tegas Lahmuddin
Lahmuddin juga mengungkapkan sejumlah pelaku usaha dari luar daerah mulai melirik kawasan tersebut dan mengajukan izin untuk berusaha. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa kepemilikan lahan tetap berada di tangan masyarakat, sehingga setiap aktivitas usaha harus melalui koordinasi langsung dengan warga setempat.
“Kami terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung, di antaranya pengajuan program Sekolah Garuda ke pemerintah pusat, penyusunan Detail Engineering Design (DED) jembatan Piloliyanga senilai Rp1 miliar, serta rencana pembangunan jalan lingkar dengan nilai mencapai Rp90 miliar,” ungkap Lahmuddin
Ia menekankan bahwa masuknya investasi dan pendatang merupakan konsekuensi dari pertumbuhan kawasan, sehingga kesiapan masyarakat lokal menjadi kunci agar tidak tertinggal dalam persaingan.
“Persaingan pasti terjadi. Tinggal kita, mau jadi pelaku utama atau hanya penonton,” tutup Lahmuddin (Yusuf/Gopos)








