GOPOS.ID, JEMBER – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember menyebabkan luapan sungai merendam jalan utama di Kecamatan Mumbulsari, Senin (6/4). Aktivitas lalu lintas sempat lumpuh akibat genangan tinggi.
Air yang menggenangi jalan mencapai paha orang dewasa. Pengendara sepeda motor maupun mobil terpaksa memutar arah demi menghindari risiko mogok dan kecelakaan di lokasi.
Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan cukup panjang. Sejumlah warga memilih mencari jalur alternatif karena arus kendaraan tidak dapat melintas normal seperti biasanya.
Bupati Jember, Gus Fawait, langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan banjir luapan. Ia melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus memantau penanganan awal.
“Kami tadi sedang ada acara dan langsung meninjau lokasi. Kondisinya memang air sungai sudah meluap hingga menutupi badan jalan,” ujar Gus Fawait saat sidak.
Dari hasil pemantauan, pemerintah daerah menemukan penyebab utama banjir berasal dari pendangkalan sungai akibat sedimentasi serta tumpukan sampah yang menghambat aliran air.
Debit air tinggi tidak mampu tertampung saluran sungai. Akibatnya, air meluber ke jalan raya dan mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Pemkab Jember segera mengambil langkah darurat dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material penyumbat dan melakukan pengerukan sementara di titik terdampak.
“Ini harus segera pengerahan alat berat untuk pembersihan sampah dan pengerukan darurat. Kami juga memetakan titik sungai yang mengalami pendangkalan serius,” tegasnya.
Gus Fawait menegaskan, normalisasi sungai membutuhkan koordinasi lintas pemerintah karena kewenangan pengelolaan berada di tingkat provinsi dan pemerintah pusat.
Pemkab Jember pun berencana berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta kementerian terkait agar penanganan jangka panjang dapat segera dilakukan.
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim turut meninjau lokasi banjir. Ia memastikan dukungan legislatif terhadap langkah cepat pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana.
“Anggaran BTT ini bisa langsung digunakan untuk kepentingan kedaruratan. Jika kurang, akan kami bahas penambahannya pada Perubahan APBD 2026,” jelas Halim.
Selain dukungan anggaran daerah, Jember juga mendapat bantuan Kementerian Pekerjaan Umum berupa pembangunan embung dan saluran pengendali air guna mengurangi risiko banjir ke depan.(kur)








