GOPOS.ID, JEMBER – Realisasi investasi di Kabupaten Jember sepanjang 2025 mencatat capaian signifikan. Nilainya menembus Rp2,57 triliun dan menjadi rekor baru dalam pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.
Lonjakan investasi ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhannya mencapai 70,2 persen, didorong percepatan program rumpun investasi dan optimalisasi pelaporan kegiatan penanaman modal.
Data DPMPTSP Jember menunjukkan sektor real estate atau perumahan masih mendominasi investasi. Posisi berikutnya ditempati industri makanan, termasuk pengolahan tembakau, serta sektor kimia dan farmasi.
Total investasi tersebut melibatkan 457 pelaku usaha. Rinciannya terdiri dari 410 investor Penanaman Modal Dalam Negeri dan 47 investor Penanaman Modal Asing.
Dampak ekonomi terlihat dari penyerapan tenaga kerja yang hampir menyentuh angka 10 ribu orang. Kehadiran investasi dinilai membuka peluang kerja baru di berbagai sektor produktif.
Pemerintah daerah mulai mengarahkan pemerataan investasi. Upaya dilakukan melalui kolaborasi usaha besar dengan UMKM lokal agar manfaat ekonomi lebih merata.
Pengembangan agrowisata edukasi turut didorong sebagai sumber pertumbuhan baru. Kawasan Puncak Rembangan hingga integrasi wisata Pantai Watuulo–Papuma disiapkan menjadi penggerak ekonomi berbasis pariwisata.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis dirancang melibatkan pemasok bahan baku lokal sehingga mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Bupati Jember Muhammad Fawait menilai investasi menjadi instrumen penting untuk menekan angka kemiskinan selain melalui belanja pemerintah daerah.
“Jember hari ini selama lima tahun kita pertumbuhan ekonomi tertinggi ada di tahun 2025. Ini kabar menggembirakan bagi kita semua,” ujar Gus Fawait.
Ia menambahkan, peningkatan ekonomi juga diiringi lonjakan pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat melalui kenaikan pajak.
“Pertumbuhan pendapatan tertinggi se-Jawa Timur mencapai 36 persen, bayangkan tanpa menaikkan pajak,” katanya.
Menurutnya, iklim investasi akan terus dijaga melalui kemudahan perizinan digital JELITA. “Semakin banyak investasi, lapangan kerja terbentuk, pengangguran turun, dan kemiskinan ikut menurun,” pungkasnya.(Kur)








