GOPOS.ID, GORONTALO – Penguatan sistem informasi kesehatan nasional dalam pengelolaan perbekalan kesehatan menjadi fokus utama dalam pertemuan yang digelar di Hotel Yulia Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 31 Maret hingga 1 April 2026 ini, diharapkan mampu meningkatkan kesiapan distribusi obat dan logistik kesehatan dalam mendukung program prioritas kesehatan nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang, menegaskan bahwa ketersediaan obat harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, seluruh kebutuhan obat harus tersedia tepat waktu, sesuai dengan kebutuhan di lapangan, serta dalam kondisi dan kemasan yang siap digunakan. Hal ini penting untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal tanpa kendala.
Dalam wawancara yang dilakukan, narasumber juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam pengelolaan perbekalan kesehatan. Ia menyebutkan bahwa pengelola program harus mampu menyusun perencanaan dengan sebaik-baiknya, serta aktif memberikan informasi terkait ketersediaan obat di lapangan. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya kelangkaan atau kekurangan obat di fasilitas pelayanan kesehatan.
Terkait kesiapan sumber daya, narasumber menilai bahwa secara umum kondisi saat ini sudah sangat baik. Namun demikian, ia menegaskan bahwa upaya optimalisasi tetap perlu dilakukan agar pengelolaan perbekalan kesehatan dapat mencapai hasil maksimal, bahkan hingga 100 persen sesuai target yang diharapkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perencanaan, sistem informasi, dan pengelolaan lapangan dapat semakin kuat. Dengan demikian, distribusi dan ketersediaan perbekalan kesehatan di Provinsi Gorontalo dapat terus terjaga, guna mendukung keberhasilan program kesehatan nasional secara berkelanjutan. (Laila-Mg/Winang-Mg/Gopos)








