GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Sejumlah persoalan infrastruktur mencuat dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Kota Gorontalo Masa Sidang II Tahun 2026 Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Kota Utara dan Kecamatan Kota Timur. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Camat Kota Timur, Jumat (20/2/2026) pukul 13.00 WITA.
Reses ini dihadiri para anggota dewan serta lurah se-Kecamatan Kota Utara dan Kota Timur. Forum tersebut menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Dari Kelurahan Moodu, disampaikan apresiasi atas rampungnya pembangunan fisik kantor lurah yang kini telah ditempati dan dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat. Namun demikian, pihak kelurahan masih membutuhkan dukungan pengadaan sarana pendukung seperti furnitur atau mebel guna menunjang operasional kantor secara maksimal. Gedung baru yang lebih luas juga dinilai mampu mengakomodasi kegiatan kemasyarakatan, termasuk Musrenbang, tanpa lagi terkendala keterbatasan ruang seperti di kantor lama.
Sementara itu, Kelurahan Ipilo mengusulkan kelanjutan pekerjaan infrastruktur jalan di wilayahnya. Selain persoalan jalan, genangan air saat musim hujan juga menjadi keluhan utama. Rencana pembangunan drainase permanen sebelumnya sempat terkendala penolakan sebagian warga yang khawatir saluran tersebut disalahgunakan sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga.
Pada 2023, telah dibuat 24 titik biopori sebagai solusi sementara. Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif akibat kurangnya pemeliharaan sehingga banyak yang tersumbat dan tidak berfungsi optimal.
Kelurahan Tamalate turut menyampaikan harapan agar kantor lurah setempat mendapat prioritas perbaikan atau pembangunan gedung baru karena kondisinya dinilai lebih memprihatinkan dibanding kelurahan lain. Selain itu, tumpukan sampah di sekitar lingkungan kantor juga dikeluhkan karena mengganggu kenyamanan pelayanan.
Tak hanya itu, kerusakan jalan di wilayah Tamalate dilaporkan telah mencapai sekitar 60 persen. Meski pendataan dan dokumentasi telah dilakukan oleh dinas terkait, hingga kini perbaikan permanen belum terealisasi dan masih sebatas tambal sulam.
Adapun Kelurahan Padebuolo menyampaikan rencana pembangunan Kantor Masyarakat/Kelurahan (KMP) di wilayah Potlot. Namun, akses jalan menuju lokasi tersebut masih dalam kondisi rusak berat dan berlubang, sehingga dinilai perlu penanganan serius sebelum pembangunan dilaksanakan.
Melalui kegiatan reses ini, seluruh aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan prioritas dalam perencanaan pembangunan ke depan, demi meningkatkan kualitas pelayanan serta kesejahteraan masyarakat di Kota Utara dan Kota Timur. (WinangMG/Rama/Gopos)








