GOPOS.ID, KWANDANG – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu langsung bergerak cepat mempersiapkan delapan kecamatan untuk dijadikan sebagai Kawasan Persiapan Perbatasan (KPP), usai bertemu dengan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang juga Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Menkopolhukam, Djamari Chaniago selaku Ketua Pengarah BNPP.
Hal itu dilakukan Bupati Thariq Modanggu untuk mendapatkan dukungan program dan anggaran dari pemerintah pusat, mengingat Gorontalo Utara merupakan daerah perbatasan yang ada di Provinsi Gorontalo.
“Saya segera call conference dengan Wabup, Sekda, Bappeda dan OPD terkait untuk siapkan proposal dari delapan kecamatan KPP,” kata Thariq di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Thariq menjelaskan, tiga langkah cepat yang menjadi topik utama setelah pertemuan dengan BNPP yaitu:
1. Inventaris masalah di delapan Kecamatan Prioritas Perbatasan (KPP) di Gorut dan tetapkan usulan insfrastruktur sarana penunjang: jalan, cool storage, sekolah, pasar, dermaga yang benar-benar dibutuhkan.
2. Buatkan proposal (yang menarik, urgen, dan prospektif) kemudian diajukan ke BNPP
3. BNPP akan mengkaji berdasarkan prioritas pembangunan, kemudian BNPP akan mengajukan langsung ke kementerian terkait.
Adapun delapan kecamatan prioritas perbatasan Gorontalo Utara di antaranya; Tolinggula, Biau, Sumalata Timur, Monano, Anggrek, Ponelo Kepulauan, Tomilito, Gentuma Raya.
Nantinya, lanjut Thariq, kawasan-Kawasan tersebut akan menjadi fokus karena memiliki kebutuhan infrastruktur mendesak dan menjadi pintu strategis wilayah perbatasan.
“Harus segera disiapkan karena ini peluang kita mengatasi keterbatasan anggaran lantaran efisiensi. Sebelum balik Gorontalo, proposal-proposal ini sudah harus saya ajukan ke BNPP,” pungkas Thariq.(Gusti/Gopos)








