GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Tak banyak yang tahu, di balik sikap tegas dan seragam yang dikenakan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bone Bolango, Iptu Reza Reyzaldy, S.Tr.K, tersimpan kisah perjuangan panjang yang penuh kerja keras dan keyakinan pada takdir Tuhan.
Pria asal Surabaya ini menempuh jalan berliku, empat kali percobaan dan tiga kali kegagalan sebelum akhirnya berhasil menggapai mimpinya diterima sebagai Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2017 dan resmi dilantik menjadi Perwira Polisi di tahun 2021.
“Saya daftar polisi itu empat kali. Dari tahun 2014 dan Alhamdulillah bisa lolos di 2017. Tahun 2016 saya sudah sampai di tes tingkat pusat, tapi gugur. Rasanya sangat kecewa sekali dan hampir putus asa saat itu, tapi setelah saya pikir-pikir masih ada satu kesempatan lagi, sayang kalau kesempatan terakhir itu saya lewatkan,”kenangnya tersenyum tipis.
Reza tumbuh dalam keluarga sederhana. Orang tuanya bekerja sebagai pedagang daging sapi dan kambing di Surabaya. Ketika tiga kali menerima kegagalan berturut-turut dalam tes Polisi, ia tak menyerah. Disela-sela mempersiapkan diri untuk menghadapi tes polisi ia juga membantu orang tuanya berdagang.
“Kegiatan sehari-hari saya saat itu selain mempersiapkan diri ya bantu orang tua berdagang, jadi kurir antar daging ke hotel-hotel dan restoran di Surabaya. Pernah satu kali kantong plastiknya bocor, saya disuruh ngepel itu dari lantai dasar sampai lantai dua. ya saya jalani saja namanya bantu orang tua mas,”ceritanya sambil tertawa kecil.
Reza mengaku semua perjuangan panjang itu menjadi pelajaran hidup yang tak ternilai. Meski sudah resmi mengenakan pangkat dua balok di pundaknya, Reza tetap merendah. Ia berharap kisahnya bisa menjadi sedikit penyemangat bagi anak-anak muda yang tengah berjuang menggapai mimpi.
“Yang penting dari awal niatnya baik, jangan gampang menyerah, dan selalu berdoa, terutama doa dari orang tua. Karena kadang Tuhan menunda sesuatu bukan karena kita tidak layak, tapi Tuhan ingin melihat lagi sejauh mana keseriusan kita dalam berusaha,”ungkapnya
Kini, dibalik seragam dan pangkat dipundaknya tersimpan kisah anak pedagang daging dari Surabaya yang tak menyerah begitu saja pada kegagalan dan membuktikan bahwa mimpi besar hanya milik mereka yang berani bangkit setiap kali terjatuh. (Indra/Gopos)








