GOPOS.ID, GORONTALO – Perekonomian Provinsi Gorontalo pada triwulan III-2025 tumbuh sebesar 5,49 persen (year-on-year/yoy). Sementara bila dibandingkan situasi triwulan II 2025 (q to q), ekonomi Gorontalo mengalami pertumbuhan sebesar 2,56 persen.
Pertumbuhan ini ditopang oleh penguatan sektor industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga, serta ekspansi investasi yang tercermin dari meningkatnya Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menjelaskan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PBRB) Provinsi Gorontalo pada triwulan III 2025 dengan perhitungan atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp43,658 triliun, sedangkan dengan perhitungan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp25,874 triliun.
“Pertumbuhan 5,49 persen secara tahunan dan 2,56 persen secara triwulanan menandakan bahwa aktivitas ekonomi terus bergerak positif,” ujarnya saat menyampaikan perkembangan ekonomi Gorontalo terkini, Rabu (5/11/2025).
Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 16,74 persen (y-on-y), diikuti oleh jasa keuangan (12,38 persen) dan transportasi serta pergudangan (12,14 persen). Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yakni 37,26 persen.
“Pertumbuhan untuk jasa keuangan menunjukkan adanya peningkatan pada kinerja perbankan maupun lembaga keuangan yang ada di Gorontalo,” kata Dwi Alwi Astuti.
Yang menarik, industri pengolahan kini mulai menunjukkan peran yang lebih besar dalam struktur ekonomi Gorontalo. Ini menjadi sinyal positif bagi upaya hilirisasi dan diversifikasi ekonomi daerah
“Industri pengolahan yang ada di Gorontalo sebagian besarnya memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian,” ungkap Dwi Alwi Astuti.
Ia menambahkan, sumber pertumbuhan ekonomi Gorontalo triwulan III 2025 terbesar disumbang oleh kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu sebesar 1,29 persen. Sementara pertumbuhan menurut lapangan usaha jasa keuangan memberikan sumbangsih terbesar yaitu 12,59 persen, disusul industri pengolahan 11,38 persen, dan pengadaan air sebesar 8,07 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama dengan kontribusi sebesar 61,15 persen terhadap PDRB. Komponen ini tumbuh 5,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Sementara itu, PMTB tumbuh 6,81 persen, mencerminkan peningkatan aktivitas investasi, khususnya di sektor konstruksi dan pengadaan barang modal.
Ekspor barang dan jasa juga tumbuh 4,72 persen, meskipun secara triwulanan mengalami sedikit kontraksi. Di sisi lain, konsumsi pemerintah mengalami penurunan 1,52 persen (y-on-y), yang turut menahan laju pertumbuhan secara keseluruhan.
“Di kawasan Sulawesi, Gorontalo mencatat pertumbuhan yang kompetitif, sejajar dengan provinsi-provinsi lain seperti Sulawesi Tenggara (5,65 persen) dan Sulawesi Barat (5,83 persen),” kata Dwi Alwi.
Dengan capaian ini, Gorontalo menunjukkan ketahanan ekonomi yang cukup baik. Namun, untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan, diperlukan sinergi lintas sektor, terutama dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah dan inklusivitas.
Tantangan ke depan adalah menjaga momentum pertumbuhan dengan memperkuat sektor-sektor produktif dan memperluas basis ekonomi. Peningkatan produktivitas sektor pertanian dan akselerasi hilirisasi industri menjadi kunci. Selain itu, menjaga daya beli masyarakat dan mendorong investasi yang berkualitas akan sangat menentukan keberlanjutan pertumbuhan.(hasan/gopos)








