GOPOS.ID, LIMBOTO – Sedikitnya 397 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Gorontalo mendapatkan bantuan usaha yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Selasa (1/9/2026).
Bantuan senilai Rp992,5 juta untuk pengembangan usaha tersebut diberikan kepada 282 UMKM di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto dan 115 UMKM di Kecamatan Telaga Biru.
Bantuan tersebut terdiri dari beras, minyak goreng, tepung terigu, gula, tepung beras, kental manis, margarin hingga mie instan. Sementara UMKM penerima bantuan terdiri dari kelompok pembuat kue, warung makan, usaha gorengan, kios hingga lapak sembako.
“Bantuan ini untuk memperkuat usaha masyarakat. Meskipun nilainya terbatas, mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kemajuan usaha,” kata Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi berharap bantuan pengembangan usaha UMKM ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Bantuan ini diarahkan sebagai modal usaha. Harapannya dapat digunakan semaksimal mungkin untuk mengembangkan modal jualan bapak dan ibu,” pinta Sofyan.
Pihaknya juga memperkuat ekosistem UMKM melalui dukungan permodalan, pendampingan teknis dan perluasan akses pasar. Tahun ini, lanjut Sofyan, Pemkab Gorontalo mengalokasikan sekitar Rp16 miliar untuk program penguatan dan pengembangan UMKM.
Dukungan permodalan juga dilakukan melalui program Perempuan Hebat yang bekerja sama dengan Bank SulutGo dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo. Program ini memberikan akses pembiayaan usaha hingga di bawah Rp10 juta tanpa agunan dengan bunga sekitar 3 persen per tahun.
Sementara untuk meningkatkan kualitas produk, pelaku UMKM dapat memanfaatkan layanan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kecamatan Telaga, termasuk pendampingan produksi, kemasan dan pemasaran.
Selain itu, Pemkab Gorontalo juga mengembangkan UMKM Center atau Pusat Oleh-Oleh Gorontalo di Telaga sebagai ruang pemasaran produk lokal.
“Dengan kolaborasi ini, kita berharap pelaku UMKM semakin mandiri, berkembang dan naik kelas, sekaligus ikut menggerakkan perekonomian daerah,” tandas Sofyan.(alexa/gopos)








