GOPOS.ID, GORONTALO – Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Lapangan Produktif (KKLP) Tahun 2026, Senin (29/6/2026). Kegiatan pelepasan berlangsung di Lapangan UNBITA dengan mengusung konsep pengabdian berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) serta mendukung implementasi program Kampus Berdampak.
Ratusan mahasiswa akan menjalani pengabdian selama 45 hari yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Gorontalo. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membawa sejumlah program unggulan yang telah dirancang sesuai kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan berkelanjutan.
Rektor UNBITA, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa KKLP 2026 bukan hanya kegiatan akademik semata, tetapi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.
“Mahasiswa bukan hanya datang menjalankan kewajiban akademik, tetapi membawa amanah sebagai representasi universitas. Jadilah mahasiswa yang mampu mendengar kebutuhan masyarakat, bekerja bersama mereka, dan meninggalkan program yang memberi manfaat,” ujar Dr. Ellys.
Ia menjelaskan, keberhasilan KKLP tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari dampak dan keberlanjutan program yang mampu dirasakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Ketua Panitia KKLP 2026, Apdul Gandi Igirisa, S.AP., M.Si., mengatakan seluruh tahapan pelaksanaan telah disiapkan secara sistematis dengan menempatkan dampak sebagai indikator utama keberhasilan.
Menurutnya, setiap posko diwajibkan menyusun program berdasarkan potensi dan kebutuhan wilayah, menghasilkan inovasi, serta menciptakan luaran yang dapat dilanjutkan bersama masyarakat dan pemerintah setempat.
“Mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi harus mampu menghasilkan produk dan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Seluruh proses akan dimonitor dan dievaluasi agar kualitas pengabdian tetap terjaga,” jelas Apdul.
Pelaksanaan KKLP tahun ini mengintegrasikan empat program unggulan UNBITA, yakni HIJAU, PESONA, SIGAP, dan GENIUS sebagai dasar mahasiswa dalam merancang kegiatan di lokasi pengabdian.
Dr. Ellys juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga sikap, etika, kedisiplinan, serta nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.
“Jadilah duta perubahan di sembilan kecamatan Kota Gorontalo. Pulanglah nanti bukan hanya membawa laporan akademik, tetapi juga membawa jejak manfaat yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui KKLP Produktif 2026, UNBITA berharap mahasiswa mampu menjadi bagian dari pembangunan daerah dengan menghadirkan kolaborasi, inovasi, dan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.








