GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Hari pertama masuk sekolah dimanfaatkan Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, untuk menanamkan pesan kuat kepada para pelajar SMP Negeri 2 Kabila. Di tengah derasnya pengaruh teknologi dan media sosial, generasi muda diminta tidak kehilangan arah dan tetap fokus membangun masa depan melalui pendidikan.
Pesan itu disampaikan Iwan saat menjadi Pembina Apel Perdana Satuan Pendidikan Jenjang SMP di SMP Negeri 2 Kabila, Senin (13/7/2026).
Di hadapan para siswa, khususnya peserta didik baru, Iwan mengajak mereka menjadikan sekolah sebagai tempat menempa karakter, memperluas pengetahuan, dan mempersiapkan diri meraih cita-cita.
“Semua harus punya cita-cita. Mau jadi dokter, polisi, guru, petani sukses, pengusaha, atau profesi lainnya. Cita-cita itu yang akan menjadi kompas perjalanan hidup kita,”ujar Iwan.
Menurutnya, cita-cita bukan sekadar angan-angan, tetapi sumber energi yang akan mendorong seseorang terus belajar dan berjuang menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, ia mengingatkan para siswa agar tidak menyia-nyiakan masa muda dengan kebiasaan yang tidak produktif.
Iwan juga menyoroti penggunaan telepon genggam yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pelajar. Ia mengingatkan bahwa teknologi bisa menjadi alat untuk meraih prestasi, tetapi juga bisa menjadi penghambat jika digunakan secara berlebihan.
“Jangan sampai sehari pegang handphone tujuh sampai delapan jam hanya untuk main game dan chatting. Gunakan gadget untuk belajar, mencari ilmu, dan menambah wawasan,”tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini berbagai materi pelajaran dapat diakses dengan mudah melalui internet. Karena itu, para siswa didorong memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar yang mampu memperkuat kemampuan akademik mereka.
Tak hanya soal prestasi, Sekda juga menekankan pentingnya membangun karakter sejak dini. Ia mengingatkan para siswa agar selalu menghormati guru, orang tua, dan sesama sebagai bagian dari kunci keberhasilan hidup. Menurutnya, tidak ada orang sukses yang tumbuh tanpa kedisiplinan dan rasa hormat kepada mereka yang telah mendidik dan membimbingnya.
“Jangan lebih menghormati handphone daripada orang tua. Jangan lebih banyak berbicara dengan layar dibandingkan dengan guru dan keluarga. Kesuksesan selalu dimulai dari akhlak yang baik,”katanya.
Iwan juga mengajak para siswa membiasakan budaya positif di lingkungan sekolah melalui penerapan lima nilai utama, yakni senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Baginya, kebiasaan sederhana tersebut menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.
Selain itu, ia meminta para siswa tidak mudah mengeluh ketika menghadapi pelajaran atau tugas yang dianggap sulit. Tantangan, kata dia, merupakan bagian dari proses pembelajaran yang akan membentuk mental tangguh.
“Orang sukses bukan orang yang tidak pernah mengalami kesulitan. Orang sukses adalah mereka yang tetap semangat, tetap belajar, dan tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan,”ungkapnya.
Iwan menyebut SMP Negeri 2 Kabila sebagai rumah kedua bagi para siswa. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta didik untuk menjaga lingkungan sekolah, menciptakan suasana belajar yang nyaman, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan diri.
“Mulai hari ini, mari belajar dengan sungguh-sungguh. Bangun cita-cita setinggi mungkin, disiplin dalam setiap langkah, dan jangan pernah kehilangan semangat untuk meraih masa depan,”tutupnya. (Indra/Gopos)








