GOPOS.ID, GORONTALO — Provinsi Gorontalo kembali mencatat sejarah baru dalam upaya membangun sumber daya manusia di bidang teknologi. Ajang Young Coder World Cup (YCWC) 2025 – Provinsi Gorontalo resmi dibuka pada Minggu/30/11/2025 di SMA N 2 Kota Gorontalo ditandai dengan sambutan inspiratif dari Direktur Timedoor Academy Gorontalo, Arifandy Pelealu, serta Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie.
Mengusung tema “From Gorontalo to the World Young Coders Rise!”, kegiatan ini menghadirkan semangat besar untuk membawa talenta muda Gorontalo berkompetisi di panggung global.
Direktur Timedoor Academy Gorontalo, Arifandy Pelealu, menegaskan bahwa ajang Young Coder World Cup bukan sekadar kompetisi, tetapi sebuah gerakan untuk menyalakan mimpi anak-anak Gorontalo di era digital.
“Hari ini kita menyaksikan momen di mana anak-anak Gorontalo menulis masa depan mereka dengan bahasa baru yaitu bahasa teknologi,” ujar Arifandy.
Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan pemrograman kini menjadi bahasa baru peradaban. Karena itu, anak-anak di daerah seperti Gorontalo juga harus memiliki kesempatan setara untuk menjadi bagian dari revolusi digital dunia.
Tahun ini, YCWC Gorontalo diikuti 38 peserta terbaik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Mereka berkompetisi pada berbagai kategori:
• AI – Beginner, AI – Intermediate, AI – Senior
• Game – Starter dan Game – Beginner
“Jadi yang juara satu pada kompetisi ini akan melangkah ke tingkat nasional mewakili Gorontalo,” ujar Arifandy
Menurut Arifandy, ajang ini bukan hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter mulai dari kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, hingga keberanian untuk mencoba.
“Anak-anak Gorontalo ini punya kemampuan, hanya saja wadah ataupun fasilitas belum mumpuni seperti di Jawa. Makanya Time Door Academy hadir untuk memberikan wadah agar anak-anak Gorontalo mampu bersaing,” Jelasnya
“Mari kita buktikan kepada dunia, bahwa dari Gorontalo lahir generasi muda yang siap bersaing secara global.” Tambahnya dengan optimis
Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah menyampaikan apresiasi penuh terhadap Timedoor Academy serta seluruh pihak yang berkolaborasi menghadirkan ajang edukatif ini.
Wakil Gubernur Gorontalo itu menyebut YCWC sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang cakap digital dan kompetitif secara global.
“Dari Gorontalo, dari tanah para pejuang, akan bangkit generasi baru generasi yang mampu menjawab tantangan zaman dengan kecerdasan dan inovasi,” ujar Idah Syahidah.
Idah Syahidah menekankan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung program-program peningkatan literasi dan pendidikan teknologi, bekerja sama dengan sekolah, komunitas, dan lembaga nonformal seperti Timedoor Academy.
ia juga memberi pesan kepada para peserta YCWC agar tidak takut membuat kesalahan.
“Hari ini kalian adalah bintang masa depan. Jangan takut gagal, karena setiap kesalahan adalah bagian dari perjalanan menuju keberhasilan.”
Pemerintah Provinsi maupun Timedoor Academy sepakat bahwa Young Coder World Cup 2025 harus menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjadikan Gorontalo sebagai pusat pengembangan talenta digital bagi daerah lain
Ajang ini juga menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru pembimbing, orang tua, komunitas teknologi, hingga sponsor yang turut mendukung.
Dengan pelaksanaan Young Coder World Cup 2025, Gorontalo menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi mampu menjadi inovator masa depan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi lahirnya coder-coder handal, kreator, dan pengembang AI dari Gorontalo yang siap bersinar di tingkat nasional hingga internasional. (Rama/Gopos)








