GOPOS.ID, KOTA GORONTALO– Orang tua Anggota DPRD Kota Gorontalo, Alwi Kusuma Lapananda, akhirnya buka suara menanggapi pemberitaan sejumlah media yang menyorot video putranya bersama Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa.
dr. Alaludin Lapananda, ayah Alwi, menegaskan bahwa video tersebut merupakan rekaman lama yang diambil pada Desember 2024, jauh sebelum isu itu mencuat ke publik. Ia menilai pemberitaan yang beredar telah memunculkan persepsi yang keliru.
“Video itu sebenarnya sudah lama, direkam pada Desember 2024. Saat itu kedua keluarga sudah sepakat untuk lamaran dan tunangan, tinggal membicarakan tanggal pernikahan,” jelas dr. Alaludin kepada wartawan, Senin (3/11/2025).
Ia menjelaskan, rencana pernikahan yang semula dijadwalkan pada April 2025 sempat tertunda karena adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di daerah pemilihan Dheninda Chaerunnisa. Situasi itu membuat kedua belah pihak sepakat menunda hingga waktu yang lebih tepat.
“Video itu bagian dari momen bahagia menjelang pernikahan, bukan sesuatu yang patut dipelintir. Tidak ada unsur negatif sama sekali,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Alaludin juga menyesalkan adanya media yang menggunakan istilah “pornoaksi” dalam pemberitaannya. Ia menilai penggunaan istilah tersebut sangat tidak tepat dan berpotensi mencemarkan nama baik keluarga.
“Pornoaksi itu istilah hukum untuk tindakan mempertontonkan ketelanjangan atau adegan seksual di muka umum. Coba lihat videonya, di mana unsur ketelanjangannya? Tidak ada. Itu hanya ciuman di kepala,” terangnya.
“Jadi hati-hati menggunakan kata seperti itu, karena kalau tidak tepat bisa jatuhnya fitnah,” sambungnya.
Terkait beredarnya video disertai narasi yang dinilai menyesatkan, pihak keluarga telah menempuh jalur hukum. dr. Alaludin menyebut, laporan resmi telah dibuat ke Polda Gorontalo untuk memproses penyebaran video yang merugikan pihaknya.
“Kami sudah membuat laporan ke Polda Gorontalo. Sekarang tinggal menunggu proses pemanggilan. Kami berharap kasus ini ditangani secara adil dan profesional,” pungkasnya. (Rama/Gopos)








