GOPOS.ID, GORONTALO – Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi(Kemendiktisaintek) menggandeng Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam upaya memperkuat tata kelola kearsipan perguruan tinggi negeri (PTN). UNG menjadi satu dari sembilan PTN yang diundang untuk terlibat dalam penyusunan instrumen kearsipan dinamis yang akan ditetapkan melalui draf Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Instrumen yang tengah disusun tersebut meliputi Klasifikasi Arsip (KA), Jadwal Retensi Arsip (JRA), serta Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis (SKKAAD) untuk fungsi substantif PTN. Penyusunan dokumen ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan arsip yang lebih tertata, akuntabel, serta adaptif terhadap kebutuhan tata kelola modern di lingkungan perguruan tinggi.
Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum UNG, Arief Racman Hakim Abdul, S.Pd., M.Pd., mengatakan kepercayaan yang diberikan kementerian menjadi bentuk pengakuan atas komitmen dan kapasitas UNG dalam pengelolaan arsip.
“Keterlibatan UNG dalam penyusunan instrumen tersebut menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan nasional di bidang tata kelola administrasi,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, UNG mengutus tenaga kependidikan dengan jabatan fungsional untuk terlibat langsung dalam proses penyusunan instrumen kearsipan dinamis tersebut. Partisipasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi substantif sekaligus memperkaya perspektif teknis dalam perumusan kebijakan.
Arief menegaskan, pengelolaan arsip bukan sekadar urusan administratif, tetapi menjadi bagian penting dari sistem tata kelola organisasi perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel.
“UNG memiliki komitmen penuh untuk mewujudkan pengelolaan arsip yang efektif dan efisien. Pengelolaan arsip merupakan fondasi penting dalam mendukung manajemen perguruan tinggi yang profesional,” tambahnya.
Melalui keterlibatan dalam penyusunan instrumen kearsipan dinamis ini, UNG semakin menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga pada penguatan sistem manajemen serta tata kelola kelembagaan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya standar pengelolaan arsip PTN yang lebih modern dan terintegrasi di tingkat nasional. (Rama/Gopos)








