GOPOS.ID, GORONTALO – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo melaksanakan Wisuda Angkatan ke-6 Tahun 2025 dengan mewisuda sebanyak 286 wisudawan dan wisudawati, Minggu/21/12/2025 . Wisuda ini menjadi momentum penting dalam perjalanan UBM karena tidak hanya mencerminkan peningkatan jumlah lulusan, tetapi juga menandai penguatan kualitas dan jenjang pendidikan di lingkungan kampus.
Wisuda kali ini diikuti oleh lulusan dari tiga fakultas dan program, yakni Program Pascasarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan (FSTIK).
Dari total 286 lulusan tersebut, Program Pascasarjana meluluskan 33 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 50 orang yang terdiri dari Program Studi Manajemen 37 orang dan Administrasi Bisnis 13 orang, sementara FSTIK meluluskan 203 orang, dengan rincian Gizi 13 orang, Analis Kesehatan 109 orang, Farmasi 46 orang, dan Administrasi Rumah Sakit 35 orang.
Momentum wisuda tahun ini menjadi sangat istimewa karena menandai kelulusan perdana Program Magister Manajemen (S2). Sebanyak 38 lulusan Magister Manajemen resmi diwisuda sebagai angkatan pertama, sebuah capaian yang menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di UBM Gorontalo.
Ketua Yayasan Universitas Bina Mandiri, Dr. Azis Rachman, MM, IPM, dalam keterangannya menegaskan bahwa tantangan dunia kerja saat ini menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan nonteknis yang kuat.
Ia menambahkan, UBM terus mendorong penguatan soft skill mahasiswa melalui implementasi Permendikbud Nomor 39 Tahun 2025, yang memberi ruang bagi mahasiswa belajar di luar program studi melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) atau MDKN.
“Melalui MDKN, mahasiswa terjun langsung ke masyarakat, menghadapi persoalan nyata, dan terlibat dalam problem solving. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas soft skill mahasiswa,” jelasnya.
“Kami juga sudah beberapa tahun melakukan pengembangan dan pembelajaran terhadap mahasiswa untuk meningkatkan soft skill mereka,” ujar Dr. Azis.
Selain itu, komposisi lulusan UBM tahun ini menunjukkan bahwa sekitar 50 persen lebih berasal dari bidang kesehatan, khususnya Program Diploma Tiga Analis Kesehatan, yang hingga kini masih sangat dibutuhkan secara nasional maupun internasional. Program Studi Farmasi juga dinilai memiliki peluang kerja yang luas dan berkelanjutan.
“Kebutuhan tenaga kesehatan bahkan sudah menjangkau pasar internasional seperti Jepang. Karena itu, UBM menaruh perhatian besar pada penguatan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris dan Jepang, sebagai bekal lulusan menghadapi pasar kerja global,” tambahnya.
UBM juga secara konsisten mengembangkan kemitraan internasional selama lima tahun terakhir melalui seminar internasional, visiting lecture, pertukaran budaya, hingga Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Kolaborasi global ini telah menjadi bagian dari budaya akademik UBM.
Sementara itu, salah satu Guru Besar UBM, Prof. Dr. H. Akmal Umar, SE, M.Si, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari perkembangan UBM Gorontalo.
“Saya merasa bangga dan terhormat bisa hadir dan berkontribusi di UBM. Wisuda 286 lulusan hari ini merupakan prestasi besar dan bukti nyata perkembangan institusi yang sangat positif,” ungkap Prof. Akmal.
Ia menambahkan bahwa UBM saat ini tengah bersiap menuju pembukaan Program Doktor (S3), dengan agenda visitasi yang direncanakan pada Januari mendatang. Diharapkan, Program Doktor Manajemen UBM Gorontalo sudah dapat menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2026–2027.
“Dengan keberadaan kami dua Guru Besar di UBM, kami berkomitmen menjadi bagian dari penguatan atmosfer akademik, riset, dan mutu pendidikan. Kami telah bertekad menjadi Guru Besar tetap di UBM dan berharap dapat memberi energi baru bagi kemajuan kampus,” jelasnya.
Dukungan terhadap pengembangan UBM juga datang dari Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, S.Ip., M.A., yang terus mendorong peningkatan kualitas dan skala kelembagaan perguruan tinggi di Gorontalo.
Menurutnya, UBM termasuk perguruan tinggi yang responsif, adaptif, dan progresif dalam merespons kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, bahkan membentuk Wakil Rektor khusus sebagai bentuk keseriusan institusi.
Melalui wisuda Angkatan ke-6 ini, UBM Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan lulusan yang berdaya saing, berkarakter, dan berwawasan global, serta siap berkontribusi bagi pembangunan daerah, nasional, hingga internasional. (Rama/Gopos)








