No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Tindak Penyadapan yang Mengambang

Ishak Noho by Ishak Noho
Rabu 13 September 2023
in Gorontalo
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Muhammad Rachmad Tahir, SH., MH

 

MEMASUKI era digital 4.0 yang saat ini tengah di sosialisasikan oleh pemerintah maupun para pihak yang memanfaatkan momentum tersebut semakin digembar-gemborkan.

Di amini oleh beberapa pemikir Indonesia yang menganggap bahwa Teknologi saat ini merupakan kebutuhan berbagai pihak. Tak hanya para investor teknologi, perusahaan manufaktur, serta para pegiat usaha UMKM dan juga star-up. 

Karena zaman semakin maju akibat penemuan berbagai macam teknologi sehingga terjadilah yang namanya  Globalisasi menurut Antonio Giddens dalam buku nya yang berjudul “Runway World”. 

Dalam buku ” Runway World”  ia menjelaskan bagaimana suatu negara tak berjarak lagi akibat laju Globalisasi. Seperti pada pemanfaatan telekomunikasi, jika dahulu sebelum penemuan telekomunikasi kita ingin berembuk atau bertemu maka kita harus menentukan jadwal dan tempat pertemuannya.

Lain halnya saat ini hanya dengan bermodalkan Handphone tak peduli waktu dan tempat, komunikasi bisa berlangsung.

Akibat dari perkembangan teknologi itu khususnya telekomunikasi ternyata juga mempengaruhi gaya atau teknik para otak kriminal saat ini. Oleh karenanya pada tahun 2008 di muatlah undang-undang tentang informasi dan transaksi elektronik. 

Masih banter di telinga kita tentang kasus penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia terhadap presiden ke 6 kita yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.  Yang dibeberkan oleh Edward Snowden seorang kriminal level dunia maya (hecker). 

Kita kembali membahas tentang pasal 31 UU nomor 11 tahun 2008. 
Dalam pasal tersebut memuat tentang Intersepsi atau penyadapan menurut Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah kegiatan untuk mendengarkan, merekam, membelokkan, mengubah, menghambat, dan/atau mencatat transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik, baik menggunakan jaringan kabel komunikasi maupun jaringan nirkabel.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 31 UU No. 11 Tahun 2008 “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atau penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik orang lain” dan “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atas transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik dari, ke, dan di dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain, baik yang tidak menyebabkan perubahan apapun maupun yang menyebabkan adanya perubahan, penghilangan, dan/atau penghentian Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang sedang ditransmisikan”. 

Baca Juga :  Kawasan Industri Berteknologi Tinggi di Kendal Tarik Minat Investor Tumbuhkan Lapangan Pekerjaan

Berdasarkan penjelasan pasal 31  UU ITE, diketahui bahwa segala macam bentuk pemantauan (surveillance), gangguan (intrusi), pendokumentasian (merekam) yang dilakukan tanpa ijin merupakan tindakan yang dilarang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa bukan berarti pemilik perangkat elektronik memiliki hak untuk melakukan penyadapan kepada orang lain tanpa ijin dengan alasan perangkat elektronik yang dimilikinya maka hak untuk melakukan perekaman berada padanya. Dalam konteks perekaman/penyadapan objek yang disadap adalah orang lain, sehingga di dalamnya ada hak hukum orang lain. 

Sementara itu, tindakan merekam tidak termasuk dalam tindakan penyadapan. Hal tersebut didukung oleh pengamat hukum yang menyatakan bahwa merekam secara diam-diam menggunakan kamera tersembunyi, alat perekam video dan suara tidak dikategorikan sebagai bagian intersepsi sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 31 ayat (2) UU ITE. Namun hal tersebut dibenarkan dengan dasar tidak ada transmisi informasi elektronik yang diintersepsi. 

Dengan mengacu pada rumusan normatif di atas, maka secara konsep penyadapan/perekaman oleh pembuat undang-undang dikumpulkan menjadi satu dan ditentukan sebagai tindakan yang dilarang jika dilakukan tanpa ijin. Artinya juga bahwa tindakan penyadapan/perekaman diperbolehkan jika mendapat ijin, misalnya bagi aparat penegak hukum dan bagi orang perseorangan jika diberi ijin oleh orang yang direkamnya. Jika penyadapan/perekaman dilakukan tanpa ijin, maka terdapat sanksi pidana sebagaimana diatur di dalam pasal 47 UU-ITE.

Baca Juga :  Maryam Umaji Gantikan FYK, Heriyanto Thalib Geser Lukman Alinti

Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) ataupun ayat (2) UU ITE akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.800 juta. Pengecualian atas pelarangan penyadapan atau intersepsi yaitu intersepsi yang dilakukan untuk penegakan hukum atas permintaan kepolisian, kejaksaan, atau institusi lainnya yang ditetapkan berdasarkan undang-undang.

Salah satu institusi penegak hukum yang berwenang menurut undang-undang untuk melakukan penyadapan yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi yang melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan dalam melaksanakan tugas penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap suatu kasus kejahatan. 

Pada sebuah artikel di laman Institute for Crimical Justice Reform, menjelaskan mengenai ketentuan yang dimaksud dalam Pasal 31 Undang-Undang ITE No. 11 Tahun 2008 yaitu bahwa penegak hukum mempunyai kewenangan untuk melakukan penyadapan yang dilakukan dalam rangka penegakan hukum, penyadapan yang dilakukan harus berdasarkan permintaan dalam rangka penegakan hukum, dan kewenangan penyadapan dan permintaan penyadapan dalam rangka penegakan hukum harus ditetapkan berdasarkan Undang-undang. 

Oleh karenanya berdasarkan hal tersebut, maka tindak penyadapan dalam Pasal 31 Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik memiliki kriteria tertentu dimana tidak semua jenis penyadapan dilarang atau tidak diperbolehkan. Selain pihak yang berwenang dalam rangka penegakan hukum, dilarang melakukan penyadapan. Jika penyadapan tersebut dilakukan dengan melanggar hukum maka akan dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku. (**)

 

Penulis adalah Dosen Hukum di Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Tags: Era DigitalInvestorKomunikasiTeknologi
Previous Post

Walikota Gorontalo Terima Keluhan Pedagang Pasar Sentral Kota Gorontalo

Next Post

PUPR-Pemkab Pohuwato Bangun Perumahan Lagi untuk MBR

Related Posts

Gorontalo

43 Dosen UNG Ikuti Bimtek Serdos, Dibekali Cara Susun Portofolio Berkualitas

Kamis 23 Juli 2026
Ilustrasi kantor Kejati Gorontalo.(foto dok Putra/gopos)
Gorontalo

Eks Kadis Kominfo Datangi Kejati Gorontalo, Penyidikan Korupsi Command Center Terus Bergulir

Kamis 23 Juli 2026
Gorontalo

Bulog Gorontalo Perketat Pengawasan, Kenaikan Harga Beras 0,62 Persen Diantisipasi

Rabu 22 Juli 2026
Gorontalo

Syarif Mbuinga Gagas Program “Jaksa Jaga Guru” 

Rabu 22 Juli 2026
Gorontalo

Syarif Mbuinga Fokus Perjuangkan Guru ASN dan Infrastruktur Sekolah

Selasa 21 Juli 2026
Gorontalo

Harapan Ketum BAKORPUS untuk BAKORDA HIPMI PT Gorontalo

Selasa 21 Juli 2026
Next Post
Peletakan batu pertama pembangunan perumahan MBR, berlokasi di Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Rabu (13/9/2023). (F Humas Pemda Pohuwato)

PUPR-Pemkab Pohuwato Bangun Perumahan Lagi untuk MBR

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Eks Kadis Kominfo Gorontalo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Command Center 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Jalan Irigasi di Pinogu Rp3,3 Miliar, Kejari Bone Bolango Tahan Tiga Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Pj Gubernur Gorontalo Ikut Diperiksa Dugaan Korupsi Command Center

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Kadis Kominfo Datangi Kejati Gorontalo, Penyidikan Korupsi Command Center Terus Bergulir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Tahan Tiga Tersangka Korupsi Command Center Diskominfo Gorontalo, Kerugian Capai Rp1,3 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.