GOPOS.ID, DULUPI – Aktivitas tambang ilegal di Desa Sambati, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, kembali mencuat. Setelah sempat terhenti, operasi pertambangan tanpa izin itu kini berlangsung dengan skala lebih besar. Empat unit alat berat dilaporkan aktif di lokasi.
Warga menyebut aktivitas tambang ilegal ini telah berjalan sekitar satu bulan terakhir. Mereka mengaku resah karena dampaknya mulai terasa. Dari kerusakan lingkungan hingga ancaman keselamatan.
Sejumlah risiko disorot warga. Mulai dari tergerusnya lahan pertanian, rusaknya ekosistem, hingga potensi bencana seperti longsor dan banjir akibat perubahan kontur tanah. Secara sosial ekonomi, tambang ilegal ini juga dinilai merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup pada pertanian dan sumber daya alam sekitar.
Keberadaan alat berat di lokasi memperkuat dugaan bahwa operasi ini dilakukan secara sistematis dan terorganisir. Warga mendesak aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas.
Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi, saat dikonfirmasi, menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
“Saya cek ya mas infonya, saya masih di Polda ada kegiatan. Saya akan perintahkan anggota untuk cek info ini ya mas,” ujar AKBP Sigit Rahayudi, Jumat (14/11/2025).
Pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi. Jika ditemukan pelanggaran, penegakan hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih dalam tahap pengumpulan data dan persiapan tindak lanjut di lapangan.(Yusuf/gopos)








