GOPOS.ID, GORONTALO – Pembina LDF Al-Faruq Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo, Dr Sitti Rachmi, menggelar kegiatan tadarus Alquran yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama mahasiswa, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan suasana Ramadan di lingkungan kampus sekaligus mendorong mahasiswa lebih aktif dalam aktivitas keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr Sitti Rachmi menjelaskan, tadarus Alquran telah menjadi tradisi yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Ia mengajak mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Fakultas (LDF), untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan memperbanyak ibadah serta memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan akademik.
Menurutnya, kegiatan tadarus tidak hanya diperuntukkan bagi pengurus lembaga dakwah, tetapi juga terbuka bagi seluruh mahasiswa. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan lintas organisasi kemahasiswaan, seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) maupun Senat Fakultas (Senfak), sehingga program-program spiritual di bulan Ramadan dapat diikuti lebih luas oleh civitas akademika.
Sementara itu, Ketua Umum LDK SKI UNG, Agil Thoriq Mahmud, mengatakan bahwa tadarus Ramadan sudah menjadi tradisi bagi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan dakwah kampus. Menurutnya, kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas, tidak hanya pengurus LDF, tetapi juga mahasiswa umum yang ingin membaca Al-Qur’an bersama.
Agil menjelaskan, waktu pelaksanaan tadarus disesuaikan dengan ketersediaan dosen yang memimpin kegiatan. Beberapa sesi dilaksanakan setelah salat Ashar, sementara sesi lainnya digelar usai salat Tarawih. Pada kegiatan kali ini, tadarus dipimpin langsung oleh Dr Sitti Rachmi yang juga menjabat sebagai Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) LDF Al-Faruq Fakultas Sastra dan Budaya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan membaca Al-Qur’an secara konsisten di kalangan mahasiswa, tidak hanya selama Ramadan. Kegiatan serupa juga diharapkan terus berlanjut setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan karakter mahasiswa yang beriman, bertakwa, dan peduli terhadap aktivitas keagamaan di lingkungan kampus. (Laila/Mg-Gopos)








