GOPOS.ID, GORONTALO – Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Universitas Negeri Gorontalo kembali menebar cahaya kebaikan di bulan suci Ramadan melalui Program Pesantren 1000 Cahaya. Kegiatan dirangkai dengan buka puasa bersama anak-anak Panti Asuhan Safaz’ Ain, Kelurahan Dembe Jaya, Kota Gorontalo, pada 3 Maret 2026.
Mengusung tema “Satu Buka, Sejuta Makna: Berbagi Cinta di Bulan Mulia”, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang sarat nilai spiritual dan sosial, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti di Ramadan 1447 Hijriah.
Program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan merupakan inisiatif nasional mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas Dalam Negeri yang dilaksanakan di 233 kampus di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan keagamaan, pendidikan dasar, serta pemberdayaan sosial kepada anak jalanan, anak yatim, dan penyandang disabilitas selama Ramadan. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya berbagi secara materiil, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan empati kepada sesama.
Pelaksanaan di BCB UNG mencakup dua fokus utama, yakni literasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Literasi keagamaan diwujudkan melalui pendidikan agama dan tausiyah, sedangkan kegiatan sosial kemasyarakatan dilaksanakan dalam bentuk Pesantren Ramadan serta penyerahan bantuan sembako kepada anak-anak Panti Asuhan Safaz’ Ain. Rangkaian ini dirancang untuk memaksimalkan syiar Ramadan sekaligus membangun karakter, etika, moral, dan akhlak santri di panti asuhan.
Acara diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh salah satu mahasiswa BCB UNG, dilanjutkan laporan panitia dan sambutan dari pengurus panti. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Mentor BCB UNG, Prof. Novianti Djafri. Tausiyah yang disampaikan Ustaz Faturahman Dunggio mengangkat keistimewaan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat pendidikan karakter. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan sembako dan salat Magrib berjamaah.
Kegiatan ini diikuti 67 peserta yang terdiri atas panitia dan tamu undangan, dengan rincian 35 anak panti dan 11 pengurus. Kehadiran mahasiswa dan undangan menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Program ini juga bertujuan meningkatkan empati mahasiswa BCB agar lebih peduli terhadap sesama, sekaligus menghadirkan suasana pesantren yang sejuk dan edukatif bagi anak-anak panti.
Melalui program ini, anak-anak (mustahik) memperoleh ilmu agama, peningkatan literasi, serta kebahagiaan Ramadan meski dalam keterbatasan. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana mengasah kemampuan sosial dan kepemimpinan, serta mengaplikasikan ilmu pendampingan masyarakat. Bagi masyarakat dan pengelolaan zakat, kegiatan ini menjadi wujud nyata pendayagunaan dana ZIS (zakat, infak, sedekah) yang berdampak langsung pada pembentukan karakter. Ketua panitia, Fatur, berharap Pesantren 1000 Cahaya dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan cahaya kebaikan di tengah masyarakat.(Winang/Mg-Gopos)








