GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Anggota DPRD Kota Gorontalo, Syafrudin Junaidi, kembali menegaskan komitmennya memperjuangkan aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses hari ketiga, Minggu (22/2/2026). Dalam agenda tersebut, ia mengunjungi empat titik di daerah pemilihannya dan menyerap berbagai keluhan warga, terutama terkait infrastruktur jalan dan pengelolaan sampah.
Syafrudin mengatakan, aspirasi masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan reses. Menurutnya, kebutuhan dasar seperti akses jalan lingkungan harus mendapat perhatian serius pemerintah daerah.
“Alhamdulillah hari ini kami sudah melaksanakan reses yang ketiga dan mengunjungi empat titik. Tentu kami lebih mementingkan apa yang menjadi harapan masyarakat di sini,” ujarnya.
Ia mengakui, kondisi keuangan daerah masih terdampak kebijakan efisiensi anggaran dalam dua tahun terakhir. Sejumlah program yang sebelumnya telah dialokasikan anggarannya, terpaksa dibatalkan akibat kebijakan tersebut.
Dua ruas jalan yang menjadi sorotan utama, yakni Jalan Taman Lubuah dan Jalan Taman Anggrek. Syafrudin menjelaskan, kedua ruas jalan tersebut sebenarnya telah memiliki alokasi anggaran pada tahun sebelumnya. Namun, akibat kebijakan efisiensi, anggaran itu ditarik kembali sehingga pekerjaan belum bisa direalisasikan.
“Kami berharap tahun ini kedua jalan itu bisa direalisasikan,” tegasnya.
Selain persoalan anggaran, Syafrudin juga menekankan pentingnya legalitas lahan sebelum pelaksanaan proyek pembangunan. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar memastikan status tanah telah jelas dan tidak bermasalah, sehingga pelaksanaan proyek tidak terhambat di tengah jalan.
“Harus jelas dulu denahnya, sudah terdaftar dan ada nama jalannya. Jangan sampai anggaran sudah turun, tetapi tanahnya masih bermasalah,” jelasnya.
Di sisi lain, ia turut mengapresiasi perkembangan pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Menurutnya, sistem pengelolaan yang kini terpusat dalam satu lokasi membuat proses pengolahan lebih efektif, mulai dari pemilahan, daur ulang, hingga penjualan hasil olahan.
“Sampah bisa diolah, didaur ulang, bahkan dijual dan menghasilkan bagi para pekerja di sana,” pungkasnya.
Melalui reses ini, Syafrudin berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat dikawal dan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran, sehingga kebutuhan infrastruktur dan pelayanan publik di daerah pemilihannya dapat segera terealisasi. (LailaMG/Rama/Gopos)








