GOPOS.ID, GORONTALO — RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Penyuluhan Diabetes Melitus sekaligus Sosialisasi PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia) pada Jumat, 24 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan edukasi kesehatan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) di lingkungan rumah sakit.
Acara tersebut menghadirkan tenaga kesehatan dan edukator diabetes yang memberikan penjelasan komprehensif tentang bahaya Diabetes Melitus, faktor risiko, gejala, cara pencegahan, serta pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin. Para pegawai RSUD dan masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti sesi edukasi yang dikemas interaktif.
Dalam penyuluhan itu, dr. Taufik R. Biya, Sp.PD.KEMD menjelaskan bahwa Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka kejadian yang terus meningkat, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pola hidup sehat, manajemen makanan, aktivitas fisik, serta pemantauan kadar gula secara berkala.
Tim edukator RSUD juga menekankan bahwa perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam mencegah peningkatan kasus diabetes di masyarakat.
Selain penyuluhan kesehatan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi PERSADIA sebagai wadah organisasi bagi para penyandang diabetes dan masyarakat yang peduli akan pengendalian penyakit ini. Dalam sosialisasinya, narasumber menjelaskan peran PERSADIA dalam memberikan pendampingan kepada pasien diabetes, menggalakkan pola hidup sehat berbasis komunitas, mengadakan kegiatan pemeriksaan rutin dan senam diabetes, serta menyediakan jaringan dukungan untuk pasien dan keluarga.
Kehadiran PERSADIA di lingkungan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pasien dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan diabetes secara berkelanjutan.
Direktur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie dr. Fitriyanto Rajak menyambut baik kegiatan ini dan menegaskan bahwa edukasi kesehatan adalah salah satu pilar penting dalam mencegah penyakit tidak menular.
“Penyuluhan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kami berkomitmen terus menghadirkan program edukasi, pencegahan, dan pendampingan bagi pasien diabetes maupun keluarga,” ujarnya.
Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan RSUD dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Gorontalo. Rumah sakit berencana memperluas kegiatan edukasi serupa, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin, kampanye gizi, serta kegiatan komunitas yang mendukung pencegahan diabetes.








