GOPOS.ID, JEMBER – Peresmian revitalisasi sekolah di SMP Negeri 1 Balung menandai penguatan komitmen peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Jember, Sabtu (21/2/2026).
Peresmian dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti bersama Bupati Jember Gus Fawait di hadapan ratusan undangan. Acara dihadiri pejabat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kepala OPD, pengawas sekolah, serta pimpinan satuan pendidikan dari berbagai jenjang.
Revitalisasi mencakup 124 satuan pendidikan mulai TK hingga SMK. Alokasi terbesar diberikan kepada SMP Negeri 1 Balung dengan nilai pembangunan Rp4,2 miliar.
Program ini merupakan prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui sarana pendidikan layak. Menteri menegaskan pemerintah telah menyelesaikan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan sepanjang 2025 dengan capaian penuh di seluruh Indonesia.
“Tahun 2025 kami menuntaskan revitalisasi secara nasional. Ini komitmen agar anak-anak belajar di ruang aman, nyaman, dan bermutu,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menjelaskan, tahun 2026 pemerintah menyiapkan revitalisasi 11.470 satuan pendidikan melalui APBN, disertai pengajuan tambahan anggaran untuk puluhan ribu sekolah.
“Jika tambahan disetujui, revitalisasi bisa menjangkau lebih dari 71.000 satuan pendidikan. Target kami seluruh sekolah tersentuh bertahap sebelum 2029,” katanya.
Pendekatan swakelola akan diterapkan pada program 2026. Sekolah mengelola pembangunan sendiri dengan melibatkan masyarakat dan memanfaatkan bahan dari toko lokal. Sistem ini dinilai mempercepat perbaikan fisik sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja setempat.
“Program ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi menggerakkan ekonomi lokal. Pemerintah tetap menempatkan kualitas pendidikan sebagai prioritas utama,” tegasnya.
Sementara itu, Gus Fawait menyoroti tantangan besar pembangunan pendidikan di daerah berpenduduk besar di Jawa Timur tersebut. Ia menyebut persoalan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan serius yang berkaitan erat dengan kualitas pendidikan.
Pada awal masa jabatannya, tercatat 1.532 gedung sekolah rusak berat di Jember, belum termasuk kategori kerusakan ringan dan sedang.
“Kami melihat pendidikan sebagai jalan memutus rantai kemiskinan. Karena itu data kami perbaiki, dilaporkan apa adanya tanpa rekayasa,” kata Gus Fawait.
Pembenahan data pendidikan itu berbuah hasil. Tahun 2025, Jember menerima alokasi revitalisasi terbesar sepanjang sejarah, mencakup 124 sekolah.
Pemerintah daerah kini kembali mengajukan lebih dari 300 sekolah rusak berat agar masuk program lanjutan revitalisasi tahun 2026. Pemkab berharap dukungan pusat terus berlanjut demi percepatan perbaikan fasilitas belajar bagi generasi muda.
Revitalisasi sekolah dinilai menjadi fondasi penting peningkatan IPM dan upaya menekan kemiskinan melalui investasi jangka panjang di sektor pendidikan.(kur)








