GOPOS.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah tak biasa untuk mengatasi persoalan kemiskinan. Aparatur Sipil Negara (ASN) diterjunkan langsung melakukan verifikasi faktual data warga.
Kebijakan ini dijelaskan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam siaran kanal YouTube “Wadul Guse”. Ia menilai kondisi kemiskinan di Jember sudah mendesak.
Menurutnya, selama bertahun-tahun posisi Jember masih berada di jajaran daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur. Situasi tersebut dinilai tidak bisa dianggap biasa.
“Ini sudah seperti kondisi darurat. Maka penanganannya tidak boleh biasa-biasa saja,” ujar Fawait, Senin (20/4/2026).
Ia menegaskan, upaya penanganan harus melibatkan seluruh elemen pemerintah, bukan hanya satu instansi tertentu. Kolaborasi dinilai menjadi kunci percepatan penurunan angka kemiskinan.
Selain itu, tingginya angka kemiskinan disebut berkaitan dengan persoalan lain. Di antaranya stunting, kematian ibu dan bayi, hingga potensi meningkatnya kriminalitas.
“Kalau datanya tidak tepat, kebijakan juga tidak akan tepat sasaran,” katanya.
Fawait juga mengakui bahwa langkah ini terinspirasi dari praktik di Kota Surabaya. Di sana, seluruh ASN turun langsung melakukan pendataan warga.
“Semua ikut turun tanpa melihat jabatan. Itu terbukti berhasil. Jember juga harus berani melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Menjawab kekhawatiran publik, ia memastikan beban tugas ASN tetap terukur. Setiap petugas hanya mendata beberapa rumah saja.
“Tidak banyak, ada yang lima rumah, bahkan hanya tiga. Jadi masih sangat memungkinkan,” jelasnya.
Langkah ini juga diharapkan mampu menjawab keluhan masyarakat terkait bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Selama ini, masih ditemukan warga mampu menerima bantuan.
Sebaliknya, warga yang benar-benar membutuhkan justru terlewat dari data penerima. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kami ingin data lebih akurat, sekaligus mendengar langsung kondisi masyarakat di lapangan,” ungkapnya.
Fawait menegaskan, tujuan utama kebijakan ini adalah memastikan keadilan sosial benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan kita jelas, yaitu menurunnya angka kemiskinan. Ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya.(kur)








