GOPOS.ID, GORONTALO – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 pada 28–30 Oktober 2025. Mengusung tema “Memperkuat Peran Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat,” agenda ini menjadi panggung strategis bagi pelaku usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis nilai dan keberdayaan.
PES 2025 menjadi wadah kolaborasi antara PWNU Gorontalo dengan berbagai lembaga keuangan, regulator, serta pelaku ekonomi syariah nasional. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat literasi ekonomi syariah, memperluas akses keuangan inklusif, dan mendorong tumbuhnya ekosistem bisnis berbasis syariah di daerah.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah dijadwalkan hadir, antara lain: Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara, Robert H. Sianipar; Ketua Bidang Pelaksana Harian DSN MUI Pusat, Prof. Dr. KH. Hasanuddin, M.Ag; Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Drs. KH. Sholahudin Al Aiyubi, M.Si; Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI), Irwan Abdollah, Kepala Wilayah Sulawesi dan Gorontalo BEI Kantor Perwakilan Sulawesi Utara, Mario Laurens Iroth, S.E., M.M; Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M; Wali Kota Gorontalo, H. Adnan Dambea, S.Sos., S.H., M.A; Katib Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdullah Aniq Nawawi, M.A yang juga Ketua Steering Committee PES 2025; Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Burhanudin Umar; Head Sales Phintraco Sekuritas, Andree Mahardika Sinudarsono; Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo, Drs. H. Ibrahim T. Sore; serta Ketua Panitia PES 2025, Iskandar Uno, S.H.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan institusi keuangan nasional seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), IDX Islamic, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Indonesia Sharia Stock Index (ISSI), Phintraco Sekuritas, dan Bank Syariah Indonesia (BSI),.
Ketua Steering Committee PES 2025, KH. Abdullah Aniq Nawawi, PWNU Gorontalo menilai bahwa salah satu persoalan mendasar masyarakat Gorontalo adalah problem ekonomi. Mulai dari angka kemiskinan yang masih tinggi, fenomena pinjaman online (pinjol) dan investasi bodong yang marak, hingga petani dan nelayan yang terjerat praktik rentenir.
“PWNU Gorontalo bertekad untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut,” kata Gus Aniq.
Gus Aniq mengatakan, PWNU Gorontalo bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) akan berupaya menyusun road map ekonomi syariah daerah, yang fokus pada upaya mengurai problem kemiskinan, pinjol, dan jeratan rentenir melalui solusi berbasis syariah dan kemaslahatan. Untuk itu, PES menjadi langkah awal PWNU Gorontalo menjalin kemitraan strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta lembaga-lembaga keuangan nasional lainnya.
“Harapannya, ke depan akan terbangun kerja sama berkelanjutan dalam memberikan edukasi dan memperluas inklusi keuangan syariah bagi warga Nahdliyyin di seluruh Gorontalo,” ujarnya.
Selain itu, PWNU Gorontalo juga akan menyusun kurikulum perencanaan keuangan syariah yang akan diajarkan kepada para santri secara khusus, dan siswa secara umum. Harapannya, para santri sejak dini memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip-prinsip syariah, sehingga lahir generasi yang melek finansial dan berkarakter islami.
Sementara Ketua Panitia PES 2025, Iskandar Uno, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini akan diisi dengan berbagai agenda edukatif dan kolaboratif, mulai dari seminar, expo produk halal, hingga pelatihan keuangan syariah.
“PES 2025 menjadi momentum bagi Gorontalo untuk tampil sebagai daerah yang siap menjadi bagian dari gerakan ekonomi syariah nasional,” katanya.
Pria yang akrab disapa Ciko itu juga menambahkan bahwa dalam rangkaian kegiatan PES 2025, PWNU Gorontalo akan menghadirkan Galeri Ekonomi Syariah, sebagai ruang literasi masyarakat terhadap layanan keuangan syariah dan produk halal.
“Melalui expo dan galeri ini, masyarakat dapat lebih mengenal layanan keuangan syariah sekaligus mendukung tumbuhnya ekonomi umat berbasis halal dan berkeadilan,” tambahnya.
Dengan kehadiran tokoh-tokoh strategis dan dukungan lintas sektor, Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun ekonomi umat yang kuat, berdaya saing, dan mandiri.(*/hasan/gopos)








