GOPOS.ID, GORONTALO – Karier politik Wahyu Moridu di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berakhir tragis. Setelah video dirinya viral di media sosial dengan pernyataan kontroversial “kita rampok uang negara”, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P langsung mengambil sikap tegas memecat Wahyu dari anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa PDI-P tidak ingin main-main dalam menjaga marwah partai, terlebih menjelang momentum politik yang semakin dinamis di tahun 2025. Pemecatan Wahyu dipandang sebagai langkah untuk memulihkan citra partai di mata publik, sekaligus memberi pesan keras kepada seluruh kader agar tidak melenceng dari garis organisasi.
Pemecatan Wahyu Moridu diumumkan setelah DPP menerima laporan resmi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Gorontalo. Video pernyataan Wahyu yang menyebut secara gamblang soal “merampok uang negara” dianggap sangat merugikan nama partai.
“Dan komite etik dan disiplin telah merekomendasi kan kepada DPP, dan hari ini DPP mengeluarkan surat pemecatan kepada yang bersangkutan, dan dalam waktu dekat segera dilakukan PAW,” kata Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun dilansir dari detik.com, Sabtu (20/9/2025).
Dengan status pemecatan tersebut, posisi Wahyu Moridu di DPRD Provinsi Gorontalo juga terancam diganti melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Informasi yang beredar, nama-nama calon pengganti sudah mulai berhembus dipermukaan publik. Salah satunya ada nama Dedy Hamzah.
Dedy Hamzah sendiri sempat unggul dari PDI-P di dapil Boalemo–Pohuwato dengan perolehan suara sebanyak 13.552 suara. Namun pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU), Dedy hanya meraup 4.793 Suara menyusul Wahyu Moridu dengan perolehan 5.591 suara.
DPD PDI-P Gorontalo disebut tengah mempersiapkan rekomendasi untuk disampaikan ke DPP sebagai tindak lanjut dari keputusan pemecatan. Dengan situasi ini, publik kini menunggu siapa yang akan resmi menggantikan Wahyu Moridu di DPRD Gorontalo.
Pemecatan Wahyu Moridu diyakini menjadi peringatan keras bagi seluruh kader PDI-P, baik di tingkat pusat maupun daerah. Partai berlambang banteng moncong putih itu ingin menunjukkan konsistensi dalam menjaga integritas dan disiplin organisasi.
Sampai berita ini dilansir rencananya terinformasi bahwa pihak DPD PDI-P Gorontalo akan menggelar rapat terkait menindaklanjuti keputusan DPP PDI-P atas keputusan pemecatan Wahyu Moridu dan bisa jadi penentu siapa calon PAW nanti. (tim-gopos)









Bagaimana pernyataan publik seorang anggota dewan bisa berdampak langsung terhadap integritas partai, dan apa pelajaran yang bisa diambil dari kasus Wahyu Moridu? visit us manajemen