GOPOS.ID, GORONTALO – Polresta Gorontalo Kota menggelar kegiatan Gelar Operasional Tahun 2026 untuk mengevaluasi situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta memantapkan kesiapan pengamanan menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan ini berlangsung di Aula Sanika Satyawada Lantai III Mako Polresta Gorontalo Kota pada Selasa (03/03/2026) dan dipimpin oleh Kapolresta Gorontalo Kota, KOMBES POL. Suryono, S.H., S.I.K., M.H., dengan dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) seperti Kabag, Kasat, Kasi, dan Kapolsek jajaran.
Dalam evaluasi periode Januari hingga Februari 2026, Polresta mencatat penurunan angka kejahatan dari 65 kasus di bulan Januari menjadi 52 kasus di bulan Februari, atau turun sebesar 12,5%. Meskipun demikian, jajaran tetap diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam rawan antara pukul 03.00 hingga 05.59 WITA, dengan titik kerawanan tertinggi berada di area pemukiman warga. Crime clock menunjukkan bahwa setiap 19 jam 53 menit 08 detik terjadi satu tindak pidana di wilayah Polsek.
Di bidang lalu lintas, tercatat 475 teguran, 416 tilang, dan 20 kasus Laka Lantas dengan kerugian material mencapai Rp. 13.500.000 selama dua bulan terakhir. Layanan Call Center 110 juga menunjukkan tingkat keaktifan tinggi dengan menerima 728 panggilan masyarakat.
Fokus utama dalam Gelar Operasional ini adalah kesiapan Polresta Gorontalo Kota menghadapi Operasi Ketupat Tahun 2026, dengan menyiagakan total 6 pos pengamanan yang terdiri dari 3 Pos Pam, 2 Pos Terpadu, dan 1 Pos Pelayanan. Pemetaan kerawanan juga dilakukan untuk mengantisipasi dinamika “Pasar Senggol” yang merupakan tradisi tahunan menjelang Idul Fitri.
Beberapa potensi kerawanan yang menjadi perhatian pimpinan antara lain penyalahgunaan distribusi Bahan Pokok Penting, kemacetan, aksi premanisme, dan antisipasi aksi terorisme. Polresta juga bersiap mengamankan pelaksanaan Sholat Ied di 346 masjid dan 11 lapangan terbuka.
Kegiatan Gelar Operasional ini ditutup dengan paparan dari masing-masing Kasatgas yang terlibat, yang akan menjadi landasan bagi pimpinan dalam mengambil keputusan dan kebijakan pelaksanaan tugas Polresta Gorontalo Kota ke depan. (Putra/Gopos)








