No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

PETI Marisa Diduga Hidup Lagi, Kapolda Tegaskan “Tak Ada Kompromi” Siapa yang Bermain?

Alexa by Alexa
Selasa 3 Februari 2026
in Gorontalo
0
Tangkapan layar Alat berat beraktivitas di Peti Bulangita dan Teratai, Marisa, Pohuwato, (Istimewa)

Tangkapan layar Alat berat beraktivitas di Peti Bulangita dan Teratai, Marisa, Pohuwato, (Istimewa)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, MARISA – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Bulangita dan Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, diduga kembali beroperasi. 

Ironisnya, kebangkitan tambang ilegal ini terjadi tak lama setelah Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo, turun langsung ke lapangan dan menegaskan sikap keras: tak ada kompromi terhadap PETI.

Namun fakta di lapangan berbicara lain.

Sejumlah sumber menyebut aktivitas penambangan mulai tampak lagi dalam beberapa waktu terakhir. Bukan hanya siang hari, aktivitas disebut berlangsung hingga malam, memunculkan dugaan kuat bahwa pola kerja sengaja diatur untuk menghindari pantauan aparat.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: mengapa PETI bisa kembali hidup? Apakah penertiban hanya seremonial? Atau ada pihak yang sengaja membiarkan?

Aktivitas Malam Hari, Pola Lama yang Kembali Terulang

Warga sekitar menyebut, pergerakan di lokasi PETI Bulangita dan Teratai kembali terasa. Beberapa sumber bahkan menyampaikan aktivitas malam menjadi pilihan utama, diduga agar tidak mudah terdeteksi.

Pola ini bukan hal baru dalam praktik tambang ilegal. Aktivitas malam sering menjadi “modus aman” karena minim pengawasan, dan lebih sulit didokumentasikan.

Jika benar PETI kembali berjalan hingga malam, maka hal itu mengindikasikan dua hal: pelaku semakin berani, dan pengawasan semakin longgar. 

Indikasi Paling Nyata: Air Kembali Keruh

Tanda-tanda PETI kembali beroperasi salah satunya terlihat dari perubahan kondisi lingkungan, khususnya air. Air yang mulai keruh kembali menjadi alarm bagi warga.

Kepala Desa Teratai, Simson Hasan, mengakui adanya informasi aktivitas pertambangan yang kembali berjalan.

“Kayaknya sudah mulai kerja, karena air sudah kabur,” ungkap Simson, Selasa (03/02/2026).

Pernyataan itu memperkuat dugaan masyarakat bahwa aktivitas PETI benar-benar kembali berlangsung, dan dampaknya mulai dirasakan.

Bagi warga, air keruh bukan sekadar gangguan visual, melainkan sinyal awal kerusakan lebih luas: sedimentasi, pencemaran, hingga potensi terganggunya kebutuhan air masyarakat.

Baca Juga :  Diduga Keracunan, Penambang Asal China Tewas di Tambang Gorut

Kapolda Sudah Turun, Kerusakan Disebut Parah: Tapi Mengapa PETI Masih Bisa Jalan?

Sebelumnya, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo, diketahui pernah turun langsung meninjau lokasi PETI Bulangita dan Teratai. Dalam kunjungan itu, Kapolda disebut menyaksikan sendiri kerusakan yang terjadi.

Lokasi tambang ilegal ini juga bukan kawasan terpencil. Justru sebaliknya, posisinya tidak jauh dari pusat Kota Pohuwato. 

Maka ketika lokasi yang sedekat itu bisa kembali beroperasi, publik menilai ada yang janggal.

Pasalnya, jika penindakan benar-benar serius dan konsisten, semestinya ruang gerak PETI semakin sempit, bukan malah kembali hidup.

Kondisi ini menimbulkan dugaan: ada celah pengawasan yang sengaja dibiarkan terbuka.

Polres Pohuwato Belum Terlihat Bergerak, Publik Bertanya-tanya

Meski informasi PETI kembali mencuat dan menjadi pembicaraan luas, hingga saat ini belum terlihat adanya tindak lanjut nyata dari Polres Pohuwato. 

Ketiadaan langkah cepat ini memantik kecurigaan masyarakat. Warga mempertanyakan, apakah aparat belum menerima laporan? Atau sudah tahu tapi belum bertindak?

Masyarakat menilai, jika PETI bisa berjalan terus tanpa hambatan, maka itu mengarah pada kesimpulan yang tak nyaman: ada pembiaran. 

PETI Tak Sekadar Soal Tambang, Tapi Jaringan dan Uang

PETI bukan hanya urusan pekerja lapangan yang menggali tanah. Dalam banyak kasus, tambang ilegal bertahan karena ada rantai panjang kepentingan: modal, logistik, penampung hasil, hingga pihak yang diduga memberi “perlindungan”.

Karena itu, publik kini mulai mempertanyakan: siapa yang bermain di balik PETI Bulangita dan Teratai?

Jika penertiban dilakukan hanya di permukaan, maka yang terjadi hanyalah siklus lama:

ditertibkan – berhenti sebentar – lalu hidup lagi.

Dan siklus itu akan terus berulang selama tidak menyentuh aktor utama di belakang layar.

Lingkungan Jadi Korban, Warga Menanggung Risiko

Baca Juga :  Musnahkan 34 Ribu Liter Miras, Kapolda Sorot Populasi Pohon Aren Gorontalo

Masyarakat menilai kerusakan akibat PETI bukan hal sepele. Keruhnya air, rusaknya lahan, dan ancaman pencemaran lingkungan adalah dampak langsung yang dirasakan.

Yang lebih menyedihkan, warga sekitar kerap menjadi pihak yang menanggung akibat paling besar, sementara keuntungan ekonomi dari PETI diduga hanya dinikmati segelintir pihak.

Jika PETI kembali berjalan tanpa kendali, risiko ekologis semakin besar: erosi, sedimentasi, potensi longsor, hingga degradasi kualitas lingkungan jangka panjang.

“Tak Ada Kompromi” Tinggal Slogan?

Pernyataan Kapolda Gorontalo yang menegaskan tidak ada kompromi terhadap PETI sebelumnya disambut positif masyarakat. Namun kondisi terbaru membuat publik mulai mempertanyakan: apakah ketegasan itu benar-benar dijalankan sampai ke bawah?

Sebab, jika PETI kembali hidup, maka pesan yang diterima masyarakat justru sebaliknya: hukum bisa dinegosiasikan, penertiban bisa “berhenti di tengah jalan”.

Dan ini menjadi ujian besar bagi institusi penegak hukum: apakah benar PETI akan diberantas sampai tuntas, atau hanya dipadamkan sementara lalu dibiarkan menyala kembali?

Kapolda Irjen Pol Widodo menegaskan, langkah penegakan hukum ini dilakukan demi menjaga lingkungan, keselamatan masyarakat, serta mencegah dampak yang lebih besar di masa mendatang.

“Intinya, tidak ada ampun dan tidak ada kompromi untuk PETI,” tutup Irjen Pol Widodo

Publik Mendesak Penindakan Nyata dan Transparan

Masyarakat kini menunggu tindakan nyata aparat, bukan sekadar pernyataan. Warga mendesak:

1. Operasi lapangan secara rutin dan terbuka

2. Penutupan total akses masuk lokasi PETI

3. Penindakan hukum tegas terhadap pelaku

4. Penyelidikan jaringan penyandang dana dan penadah emas. 

5. Transparansi hasil penindakan kepada publik. 

Jika tidak, maka PETI Bulangita dan Teratai akan terus menjadi “luka lama” yang tak pernah sembuh, dan setiap penertiban hanya akan menjadi episode singkat dalam drama panjang tambang ilegal. (Yusuf/Gopos)

Tags: Kapolda GorontaloPETItambang ilegal
Previous Post

Operasi Katarak Ditanggung JKN, Yudi Jalani Tahapan Layanan Tanpa Biaya

Next Post

BPK RI Periksa LKPD Kabupaten Pohuwato

Related Posts

Gorontalo

Mantan Wakil Bupati Bone Bolango Kilat Wartabone Tutup Usia

Minggu 7 Juni 2026
Gorontalo

Polresta Gorontalo Kota Sita 13 Unit Kendaraan Diduga Terlibat Balap Liar 

Minggu 7 Juni 2026
Gorontalo

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Jumat 5 Juni 2026
Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Gorontalo menyalurkan bantuan berupa 400 liter BBM Biosolar atau setara dengan dua drum untuk mendukung proses penanganan dan evakuasi di wilayah Gorontalo Utara
Gorontalo

Pertamina Salurkan 400 Liter Biosolar untuk Dukung Penanganan Pascabencana di Gorut

Kamis 4 Juni 2026
Satu unit alat berat excavator saat di amankan aparat Polres Pohuwato, Kamis (4/6/2026) (Istimewa)
Gorontalo

Polisi Pergoki Satu Excavator Beraktivitas di Lokasi PETI Pohuwato, Operatornya Lolos

Kamis 4 Juni 2026
Bupati Ismet Mile saat memimpin apel kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango
Bone Bolango

Pemkab Bone Bolango Siap Bayar Gaji 13 dan TPP ASN

Selasa 2 Juni 2026
Next Post
BPK RI periksa LKPD Kabupaten Pohuwato, berlangsung di Aula BPKPD Pohuwato, Selasa (03/02/2026) (Razak Prokopim Pohuwato)

BPK RI Periksa LKPD Kabupaten Pohuwato

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • SIM Digital Resmi Hadir, Ini Langkah Mudah Aktivasi Lewat HP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Wakil Bupati Bone Bolango Kilat Wartabone Tutup Usia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polresta Gorontalo Kota Sita 13 Unit Kendaraan Diduga Terlibat Balap Liar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Riset Mahasiswa UNBITA Jadi Masukan BPBD, Petakan Kerentanan Banjir di Dumbo Raya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kronologis Satu Pekerja Tewas di Tambang Suwawa Timur 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.