GOPOS.ID, PAMEKASAN – Merica Roballi, peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Kabupaten Pamekasan, memanfaatkan layanan JKN untuk pengobatan asma yang ia derita selama kurang lebih 10 tahun, Kamis (12/2/2026).
Merica yang bekerja sebagai pekerja swasta mengaku mulai merasakan manfaat JKN saat harus menjalani pemeriksaan rutin akibat penyakit asma turunan dari neneknya.
Ia menjalani kontrol kesehatan secara berkala agar kondisinya tetap stabil.
“Saya punya asma karena turunan dari nenek. Sejak jadi peserta JKN, saya rutin periksa dan sangat terbantu,” ujar Merica.
Selain dirinya, orang tuanya juga menggunakan JKN ketika menjalani pengobatan diabetes.
Ia menyebut seluruh biaya pelayanan kesehatan dijamin, mulai dari pemeriksaan hingga obat-obatan.
“Orang tua saya juga pakai JKN waktu sakit diabetes. Semuanya biayanya dijamin dari pemeriksaan hingga obat-obatan, Jadi kami benar-benar merasakan manfaatnya sebagai satu keluarga,” katanya.
Dalam prosesnya sebagai peserta, Merica sempat mendapati status kepesertaannya nonaktif saat hendak meminta rujukan di puskesmas.
Kondisi tersebut membuatnya khawatir karena membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan asmanya tetap terkontrol.
“Waktu mau minta rujukan, ternyata status saya nonaktif. Saya sempat bingung dan takut tidak bisa berobat,” ungkapnya.
Petugas puskesmas kemudian mengarahkan Merica untuk melakukan konfirmasi ke Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan dengan melengkapi sejumlah persyaratan seperti surat keterangan tidak mampu, kartu keluarga, serta surat keterangan membutuhkan pengobatan dari puskesmas.
Setelah mengikuti prosedur tersebut, status kepesertaannya kembali aktif dan ia dapat kembali mengakses layanan kesehatan.
“Setelah saya urus ke Dinas Sosial dan lengkapi berkasnya, alhamdulillah status saya aktif lagi dan bisa mengakses kesehatan tanpa ada kendala. Prosesnya cukup mudah,” jelasnya.
Kini Merica menjalani kontrol setiap tiga bulan sekali di puskesmas.
Ia memastikan seluruh biaya pemeriksaan hingga obat-obatan ditanggung Program JKN tanpa biaya tambahan.
“Semua ditanggung, dari periksa sampai obat. Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu harus keluar biaya berapa untuk berobat rutin seperti ini,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Merica berharap Program JKN terus berjalan dan memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
“Program JKN ini sangat membantu kami untuk berobat tanpa terkendala biaya. Semoga berkelanjutan, terus berinovasi dan semakin baik ke depannya,” pungkasnya.(zen)








