No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Pesan Prabowo, Guru Tegas Demi Generasi Tangguh

Hasan by Hasan
Sabtu 29 November 2025
in Menyapa Nusantara
0
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pesan dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta Pusat pada Jumat (28/11/2025). (ANTARA/Hana Kinarina)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pesan dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta Pusat pada Jumat (28/11/2025). (ANTARA/Hana Kinarina)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID – Di era keterbukaan informasi, guru dihadapkan pada dilema dalam mendidik anak muridnya, terutama terkait pembinaan mental dan perilaku. Guru dihadapkan pada dilema bersikap, antara tegas dan demokratis.

Dilema batin yang dihadapi guru itu karena tindakan yang dipilihnya bisa membawa dirinya ke masalah hukum. Beberapa orang tua melaporkan tindakan guru terhadap murid ke kepolisian dan kemudian mengalihkan “tindakan mendidik” yang bernilai mulia menjadi “tindakan kriminal”.

Beberapa kasus itu menjadikan guru memilih sikap apatis terhadap tindakan anak muridnya yang melanggar etika dan kepatutan sebagai seorang anak didik.

Meskipun demikian, jiwa guru tidak bisa dibohongi. Para guru tidak serta merta menjadi guru tanpa proses pendidikan akademik. Pendidikan akademik menegaskan dan biasanya sudah mengakar dalam jiwa seorang pendidik bahwa tugas itu sangat menentukan perkembangan jiwa raga anak didiknya.

Karena itu, pilihan apatis sebagai bentuk protes guru terhadap sikap orang tua yang membawa kasus mendidik ke kasus hukum biasanya hanya bersifat sementara. Guru tidak bisa sepenuhnya nyaman hanya bekerja sebagai pengajar dan terus membunuh total jiwa mendidiknya.

Ketika melihat seorang murid melanggar etika dan kesopanan, guru tetap memberi perhatian, setidaknya menegur murid tersebut agar mengubah sikap.

Presiden Prabowo Subianto, pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Jakarta, Jumat (28/11/2025) mengingatkan guru untuk bersikap tegas dalam menghadapi murid di sekolah yang berperilaku kurang ajar, sekalipun murid itu merupakan anak dari seorang jenderal.

Presiden Prabowo menyebut sikap tegas tersebut penting untuk menjaga wibawa guru dalam membentuk karakter peserta didik. Di sisi lain, jika murid nakal itu dibiarkan terus nakal, justru akan merugikan si murid yang tidak bisa menjadi orang baik.

Pernyataan Prabowo ini tentu membawa angin segar bagi guru dan dunia pendidikan pada umumnya. Guru memiliki pegangan moral untuk membimbing anak muridnya secara penuh, khususnya terkait pembinaan mental dan perilaku.

Baca Juga :  Meniti Langkah Transformasi Digital Kesehatan Indonesia

Meskipun penyebab kasusnya berbeda dengan sikap guru terhadap murid, sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam membela martabat guru, dengan merehabilitasi dua guru ASN dari Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang dipecat dan divonis penjara 1 tahun oleh Mahkamah Agung.

Dukungan moral dari Presiden Prabowo bagi guru untuk bersikap tegas itu tetap harus dijalankan berdasarkan pegangan nilai baik, bukan berdasarkan ego. Pilihan sikap tegas itu harus dilandasi dengan motif untuk mendidik anak muridnya, bukan sekadar karena marah.

Pernyataan Presiden Prabowo pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025 itu bukan sekadar angin segar bagi para guru. Pernyataan itu sekaligus menjadi momentum untuk saling mengevaluasi diri bagi semua insan pendidikan.

Kita menyadari bahwa guru bukanlah segalanya yang tidak pernah lepas dari salah. Karena itu, sudah sewajarnya jika guru juga melakukan evaluasi diri atau introspeksi.

Seorang guru di sekolah menengah atas (SMA), yang tugas utamanya banyak bersinggungan dengan pembinaan mental dan karakter murid, bercerita bagaimana dirinya hampir tidak pernah menemui masalah ketika beberapa kali harus menunjukkan sikap tegas terhadap murid-muridnya, seperti marah dan lainnya.

Sebagai bahan evaluasi, seringkali guru yang bersikap tegas itu kurang jeli memanfaatkan momentum marah tersebut. Padahal, seorang guru yang menunjukkan kedekatan jiwa dengan anak muridnya justru diberi keleluasaan bersikap oleh orang tua si murid untuk mendidik anaknya, sesuai kebijakan si guru.

Pilihan sikap marah si guru menjadi masalah ketika tindakan itu terasa seperti tiba-tiba atau ujug-ujug.

Ketika si guru sering berinteraksi dengan murid, termasuk dengan orang tua si murid, sikap tegasnya dalam menegur hampir dipastikan tidak akan menimbulkan masalah. Meskipun demikian, tindakan kasar, apalagi bersifat fisik, tetap berpotensi menjadi masalah, sehingga harus dihindari oleh guru.

Baca Juga :  Pioneer Co-firing Biomassa PLN Nusantara Power Tuai Penghargaan Negara

Di sinilah pengorbanan guru dituntut lahir batin untuk mendidik anak-anak bangsa ini agar memiliki karakter yang berakhlak mulia dan tangguh.

Seorang guru yang hampir tidak memiliki masalah dengan murid dan orang tua murid itu tidak jarang harus mengeluarkan dana pribadi, dengan mengajak muridnya makan atau minum di kantin. Dengan cara seperti itu, maka terbangun kedekatan guru dengan murid.

Bagi orang tua dan murid, pernyataan Presiden Prabowo Subianto ini harus menjadi bahan evaluasi untuk tidak mudah mempersoalkan sikap tegas guru ke ranah hukum.

Alasan sayang pada anak dengan melaporkan ke polisi terkait tindakan pendidikan oleh seorang guru kepada murid, justru menjerumuskan si anak kepada keadaan yang membuat tidak nyaman.

Kasus murid SMA di Lebak, Banten, yang ditempeleng oleh kepala sekolah karena kedapatan merokok di sekolah, kemudian orang tuanya melaporkan kasus tersebut ke polisi, justru merugikan kalangan murid itu sendiri.

Sejumlah perusahaan di daerah itu memberi catatan khusus untuk tidak menerima alumni SMA tersebut ketika melamar pekerjaan. Tindakan orang tua itu bukan hanya menghambat masa depan anaknya, melainkan juga murid-murid lain yang sudah lulus dari sekolah itu dan tidak tahu apa-apa dengan kasus penempelengan yang beritanya menjadi viral tersebut.

Kembali ke tindakan tegas guru, tentu semua pihak menginginkan lahirnya generasi muda masa depan yang unggul dan tangguh, apalagi Indonesia telah menargetkan lahirnya Generasi Emas 2045.

Guru, orang tua, dan masyarakat harus mengedepankan “sikap mendidik” dalam menghadapi sesuatu yang dianggap masalah terkait dengan proses pendidikan di sekolah.

Murid juga harus sadar bahwa saat ini mereka tengah menempa diri untuk bekal menghadapi masa depan. Mematuhi semua aturan di sekolah dan menghormati guru adalah jalan terbaik untuk menuju masa depan yang lebih baik.(Antara/gopos)

Tags: Hari GuruMenyapa NusantaraPresiden Prabowo
Previous Post

Ketua DPRD Kota Gorontalo Pastikan Pembangunan Bronjong Hadirkan Rasa Aman bagi Masyarakat

Next Post

Medsos: Layar Sejuta Penyiar Tanpa Standar

Related Posts

President Prabowo Subianto said decades of capital flight have been a key factor behind the rupiah's long-term weakness, arguing that much of Indonesia's wealth has flowed overseas despite years of trade surpluses. (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Menyapa Nusantara

Prabowo Bertekad Hentikan Kebocoran Anggaran demi Perkuat Pembangunan Nasional

Selasa 23 Juni 2026
Menyapa Nusantara

Kopdes Merah Putih: Senjata Rakyat Melawan Rentenir dan Tengkulak

Senin 22 Juni 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: Rumah Layak bagi 10.000 Siswa Sekolah Rakyat

Senin 22 Juni 2026
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto (tengah) memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026). ANTARA/Fathur Rochman
Menyapa Nusantara

Presiden Prabowo Subianto Terima Imperial College Bahas Pendirian 10 Kampus Medis Baru

Senin 22 Juni 2026
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengajak 119 anak, termasuk anak yatim piatu dari berbagai panti asuhan di Kota Gorontalo, untuk berbelanja kebutuhan tahun ajaran baru di sebuah toko serba ada setempat, Jumat (19/6).
Menyapa Nusantara

Wapres Gibran Ajak Ratusan Anak Yatim Gorontalo Belanja Perlengkapan Sekolah

Jumat 19 Juni 2026
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) bersama Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). Presiden Prabowo Subianto menerima Menpora dan Pelatih Timnas Indonesia untuk membahas perkembangan olah raga dan rencana penguatan sepak bola nasional. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Menyapa Nusantara

Presiden Prabowo Garansi Dukungan Penuh, Targetkan Timnas Lolos Piala Dunia 2030

Jumat 19 Juni 2026
Next Post
Medsos ibarat layar raksasa, di mana setiap orang —diizinkan— tampil tanpa standar, tanpa rambu, tanpa jeda. ANTARA/Sizuka

Medsos: Layar Sejuta Penyiar Tanpa Standar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. (Foto. Istimewa/Screenshot google)

    Sherly Tjoanda Dikabarkan Hadir di PENAS XVII

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UMGO Benarkan Video Viral Soal Beasiswa-KIP Kampus Negeri adalah Calon Mahasiswinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rum Ngaku Kecewa, Kunjungan Mentrans ke Boalemo Dibatalkan Mendadak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara Jadi Magnet di PENAS XVII Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UNG Kukuhkan 700 Lulusan pada Wisuda ke-61, Rektor Pesan Jadilah Agen Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.