GOPOS.ID, MAKASSAR – Kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja terus menjadi perhatian berbagai perusahaan, termasuk Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Melalui kegiatan Mental Health Day 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berupaya membangun budaya kerja yang lebih sehat, seimbang, dan suportif bagi pekerja maupun mitra kerja.
Kegiatan bertajuk Mental Health Day: Stress Management Program, Opening Smoking Cessation Program, dan Sleep Management Program Tahun 2026 itu digelar pada 7–8 Mei 2026 di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Makassar.
Program tersebut diikuti para Perwira dan mitra kerja Pertamina dengan menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif yang berfokus pada pengelolaan kesehatan mental serta keseimbangan hidup di tengah dinamika pekerjaan.
Rangkaian kegiatan meliputi sesi edukasi dan diskusi bersama dokter spesialis kedokteran jiwa dr. Erickson Arthur Siahaan, Sp.KJ, serta berbagai aktivitas pendukung seperti financial planning & consultation, coffee making class, flower arrangement class, perfumery workshop, hingga counselling corner yang dirancang untuk membantu peserta mengenali dan mengelola stres secara lebih sehat dan produktif.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menyampaikan perhatian terhadap kesehatan mental menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang berkelanjutan.
“Tantangan pekerjaan hari ini tidak hanya menuntut performa, tetapi juga kesiapan mental yang sehat dan seimbang. Karena itu, perusahaan ingin memastikan setiap pekerja memiliki ruang untuk menjaga kesehatan mentalnya, mengelola stres dengan baik, dan tetap produktif tanpa mengabaikan kualitas hidup. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi energi positif bagi seluruh Perwira dan mitra kerja.”ujar Deny.
Area Manager Medical Sulawesi, Sitti Maswaeni, menambahkan bahwa kesehatan mental memiliki peran besar dalam membangun kualitas kerja tim secara keseluruhan.
“Kesehatan mental sering kali baru disadari ketika seseorang sudah berada di titik lelah. Padahal, menjaga kesehatan mental perlu dilakukan sejak dini dan menjadi bagian dari keseharian. Lingkungan kerja yang sehat dimulai dari tim yang mampu saling mendukung, mengenali tekanan kerja, dan berani mencari bantuan ketika dibutuhkan.” jelas Sitti Maswaeni dalam sambutannya.
Selain menghadirkan ruang edukasi, kegiatan ini juga menjadi wadah interaksi yang lebih terbuka antarpekerja dalam membangun budaya kerja yang suportif dan sehat. Melalui pendekatan yang lebih humanis dan partisipatif, Pertamina berharap setiap pekerja memiliki ruang untuk menjaga keseimbangan fisik, emosional, dan sosial di tengah dinamika pekerjaan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang adaptif dan berorientasi pada kesejahteraan pekerja sebagai bagian dari penguatan budaya perusahaan dan peningkatan kualitas kinerja berkelanjutan.(*/hasan/gopos)








