GOPOS.ID, GORONTALO – Perencanaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) di daerah masih menghadapi berbagai tantangan mendasar, terutama terkait kesiapan data dan penyusunan rencana yang komprehensif. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Pertemuan Koordinasi Penyiapan Data SDMK dan Data Rencana Kebutuhan (Renbut) SDMK Tingkat Provinsi Tahun 2026 yang dilaksanakan di Hotel Aston Gorontalo pada 14 hingga 17 April.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Anang menegaskan bahwa persoalan utama saat ini terletak pada belum optimalnya pengelolaan data. “Tantangan kita, kita belum mampu menyiapkan satu data itu dengan baik, kemudian juga perencanaannya itu tidak direncanakan dengan lengkap,” ujarnya. Ia menilai bahwa kelemahan data berdampak langsung pada kualitas perencanaan yang dihasilkan.
Lebih lanjut, dr. Anang menjelaskan bahwa selama ini perencanaan kerap dipersepsikan secara sempit, hanya sebatas penyusunan dokumen kebutuhan tenaga. Padahal, menurutnya, perencanaan seharusnya mencakup berbagai aspek penting lainnya. “Kadang-kadang yang namanya perencanaan dianggap hanya dokumen rencana kebutuhan. Tetapi maksud saya, tim perencana ini bukan cuma sekadar mengajukan berapa tenaga yang dibutuhkan, tapi mulai dari sumbernya kira-kira bisa dapat dari mana, kemudian juga pembiayaannya bagaimana,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perencanaan yang matang akan mempermudah proses advokasi kepada pemerintah daerah, khususnya kepada pimpinan daerah dalam pengambilan kebijakan. Dengan perencanaan yang lengkap, keputusan dapat diambil lebih cepat dan tepat. “Sehingga ke depan ketika kita advokasi kepada pemerintah daerah, pimpinan daerah juga akan tinggal sedikit menyesuaikan, jadi ini,” ungkap dr. Anang.
Menutup pernyataannya, dr. Anang berharap kegiatan ini mampu mendorong perubahan pola pikir para perencana, baik di dinas kesehatan maupun rumah sakit. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dalam menyusun perencanaan SDMK agar kebutuhan tenaga kesehatan dapat terpenuhi secara optimal di masa mendatang. (Laila-Mg)








