GOPOS.ID, GORONTALO – Peran pengusaha muda Gorontalo, Andi Ilham, dalam penguatan industri berbasis sosial kian mendapat sorotan. Melalui PT Amura Pratama, perusahaan yang dipimpinnya, Andi Ilham resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia terkait pengadaan seragam Sekolah Rakyat, program nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kerja sama ini menempatkan PT Amura Pratama sebagai salah satu mitra strategis dalam mendukung pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di balik kesepakatan tersebut, terungkap kiprah Andi Ilham yang tidak hanya bergerak di sektor otomotif, tetapi juga mengembangkan industri garmen dengan pendekatan pemberdayaan sosial.
PT Amura Pratama dikenal sebagai perusahaan industri garmen yang memproduksi berbagai pakaian jadi, mulai dari seragam sekolah, pakaian kerja, jaket, rompi, hingga kaos. Yang membedakan, perusahaan ini mengusung konsep industri inklusif, dengan melibatkan warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) dalam proses produksi.
Selama lebih dari lima tahun terakhir, PT Amura Pratama menjalin kemitraan dengan Kementerian Hukum dan HAM di berbagai daerah, mulai dari Pulau Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Warga binaan diberikan pelatihan menjahit, sertifikasi kompetensi, serta kesempatan kerja yang layak sebagai bekal kemandirian pasca menjalani masa pidana.
Berdasarkan data yang dihimpun, binaan PT Amura Pratama di Lapas Makassar secara rutin mengerjakan produksi almamater untuk sejumlah kampus besar, seperti Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Negeri Makassar (UNM), serta perguruan tinggi lainnya.
Tak hanya memperoleh sertifikat keterampilan, para warga binaan juga menerima upah berkisar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Penghasilan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi, membantu keluarga, dan sebagian disetorkan kepada negara sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengembangan industri garmen di dalam lapas ini tidak semata berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pembinaan karakter, kemandirian ekonomi, dan kesiapan mental warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
Bagi Provinsi Gorontalo, langkah Andi Ilham dinilai membuka peluang besar. Selain memimpin PT Amura Pratama, ia juga disebut-sebut akan mencalonkan diri sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo. Pengalaman membangun industri berbasis kolaborasi dan pemberdayaan dinilai menjadi modal penting dalam mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas di daerah.
“Jika di dalam lapas saja peluang kerja bisa diciptakan, maka di luar tentu bisa lebih diperluas untuk masyarakat Gorontalo,” ujar salah satu pengamat ekonomi lokal.
Melalui penguatan industri berbasis pembinaan dan kolaborasi lintas sektor, PT Amura Pratama berharap mampu melahirkan sumber daya manusia yang terampil, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional maupun daerah. (Rama/Gopos)








