GOPOS.ID, GORONTALO – Pihak Penambang Suwawa meminta pihak kepolisian agar menyelesaikan Permasalahan yang terjadi di Tambang Suwawa tepatnya di lokasi Tambang Baru Gergaji.
Hal ini ditegaskan oleh salah satu masa aksi sekaligus Penambang Bone Bolango Fahricard Dewa Yustitio Diko di wawancarai usai melaksanakan audiens bersama Polres Bone Bolango dan Polda Gorontalo, Senin 27-7-2026.
Dirinya menilai dan menduga permasalahan yang terjadi di Tambang Suwawa disusupi pihak diluar masyarakat penambang yakni preman. Ia menyebut juga terdapat ancaman pembunuhan terhadap pemilik lobang di Tambang Batu Gergaji.
“Memang pihak kepolisian sempat melakukan penahanan terhadap yang kami duga terduga pelaku dan pihak polisi sudah melakukan pemasangan polisi line,” ucapnya.
Namun kata Dewa, anehnya sekarang berdasarkan informasi yang diterimanya polisi line tersebut sudah dilepas oleh diduga terduga pelaku.
“Datang segelintir orang yang membuka Polisi Line tersebut dan diduga material tambangnya diambil secara paksa dan kemudian pihak kepolisian kembali memasang polisi line tersebut,” ujarnya menerangkan.
Seminggu setelah itu, pihaknya mendapatkan informasi terduga pelaku membuka kembali polisi line tersebut.
“Kami patut duga ada keterlibatan oknum kepolisian di Bone Bolango,” ujarnya.
“Dan ini tidak ada tindakan tegas dari kepolisian,” sambungnya.
Kata Diko pihaknya sudah beberapa kali mencoba melaporkan hal ini ke pihak kepolisian namun tak mendapatkan tindaklanjut dan ini dilakukan sudah beberapa kali.
“Alhamdulillah tadi kami sudah melakukan audiensi dengan pihak Polres Bone Bolango komitmen Kapolres laporan kita Jika ada Bukti tambahan semua tuntutan kita akan ditindaklanjuti,” tandasnya.
Terpisah Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro menegaskan posisi Polres merupakan penegak hukum.Â
“Jikalau mereka mengatakan ada pengancaman nah kami akan tindaklanjuti namun apakah ada saksi dan bukti, namun sampai saat ini kita belum terima, namun jika ada saksi dan bukti baru maka kita akan proses,” tutupnya. (Putra/Gopos)








