GOPOS.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menggandeng Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan memperkuat peran perbankan dalam menjaga laju ekonomi daerah.
Kolaborasi tersebut dibahas melalui high level dialogue yang mempertemukan pimpinan perbankan se-Kabupaten Jember di Kantor OJK Jember.
Pertemuan itu menjadi ruang menyatukan strategi antara pemerintah daerah, regulator, dan pelaku industri perbankan untuk memperluas pembiayaan ekonomi.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan kinerja ekonomi daerah menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 6,32 persen pada triwulan pertama 2026.
“Jember ini merupakan kabupaten dengan pertumbuhan tertinggi di wilayah Sekarkijang, 6,32 persen,” kata Muhammad Fawait.
Menurutnya, capaian tersebut harus dijaga melalui pertumbuhan yang tidak sekadar tinggi, tetapi juga mampu dirasakan masyarakat secara luas.
Ia menilai investasi menjadi salah satu penggerak penting ekonomi selain belanja pemerintah melalui APBD dan APBN.
“Kita dorong supaya disalurkan lebih optimal pada semester kedua demi pengentasan kemiskinan,” ujarnya, merujuk potensi Dana Pihak Ketiga perbankan Jember.
Pemkab Jember juga menyiapkan forum komunikasi rutin yang melibatkan perbankan, pemerintah daerah, BI, dan OJK untuk membahas berbagai peluang investasi.
Forum tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian hambatan investasi, termasuk persoalan tata ruang dan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah.
“Soal tata ruang, kita berkomitmen menjaga ketahanan pangan melalui LP2B yang jumlahnya justru bertambah,” paparnya.
Di sisi lain, Jember disebut berpeluang mendapat investasi pengelolaan sampah dengan nilai sekitar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun pada akhir tahun.
“Akhir tahun nanti insyaAllah kita akan kemasukan investor sekitar Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun di sektor penanganan sampah,” tambah Fawait.
Pemkab juga melihat peluang pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, mulai jalan hingga penerangan.
Sementara itu, Kepala OJK Jember Aris Budiman mengatakan dialog tersebut sengaja digelar agar seluruh pihak dapat menyamakan persepsi mengenai penguatan ekonomi daerah.
“High-level dialogue ini memang sengaja diselenggarakan untuk mempertemukan para bankers dan pimpinan perbankan di wilayah Jember,” tutur Aris.
Kepala BI Jember Iqbal Reza Nugraha menambahkan, sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat industri perbankan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(kur)








