GOPOS.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah untuk membantu mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dengan memberlakukan kembali kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi ASN.
Kebijakan tersebut diterapkan pada Jumat (16/10/2026) dan Senin pekan depan. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan yang mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, persoalan antrean BBM perlu mendapat perhatian bersama, meskipun pengelolaan distribusi bahan bakar merupakan tanggung jawab Pertamina.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Fawait itu, pemerintah daerah tetap perlu mengambil peran untuk mendukung upaya pemulihan kondisi di lapangan.
“Sebagai bentuk dukungan, kami Pemerintah Kabupaten Jember memutuskan hari Jumat ini, kemudian hari Senin minggu depan untuk para ASN Kabupaten Jember, kami putuskan untuk work from home. Untuk bekerja dari rumah,” kata Gus Fawait, Jumat (16/10/2026).
Ia berharap pengurangan aktivitas perjalanan ASN dapat membantu menekan kepadatan kendaraan di SPBU. Dengan begitu, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh BBM.
Gus Fawait juga menegaskan, kebijakan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah kepada Pertamina agar pelayanan pengisian bahan bakar kembali berjalan normal.
“Mudah-mudahan bisa membantu Pertamina untuk memulihkan kembali distribusi BBM dan penjualan BBM di SPBU-SPBU Kabupaten Jember,” tuturnya.
Pemkab Jember belum memastikan langkah lanjutan setelah penerapan WFH selama dua hari tersebut. Pemerintah daerah masih memantau situasi di lapangan sebelum menentukan kebijakan berikutnya.
Gus Fawait menyebut, perkembangan kondisi antrean akan menjadi bahan evaluasi. Pemkab Jember juga berencana berdiskusi dengan Pertamina untuk membahas penanganan persoalan tersebut.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjelaskan bahwa antrean BBM dipengaruhi sejumlah faktor dalam rantai pasok energi.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan dinamika geopolitik internasional berdampak pada rantai pasok energi, termasuk jadwal kedatangan kapal tanker pengangkut minyak.
Meski terjadi penyesuaian dalam pola distribusi, Pertamina memastikan pengiriman BBM ke Kabupaten Jember tidak mengalami pengurangan. Perusahaan menyebut penyesuaian dilakukan untuk menyesuaikan kondisi distribusi.
“Kami garis bawahi bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian pola distribusinya,” tegas Ahad.
Dengan kebijakan WFH dan koordinasi bersama Pertamina, Pemkab Jember berharap antrean kendaraan di SPBU berangsur terurai sehingga pembelian BBM oleh masyarakat dapat kembali berjalan lancar.(kur)







