GOPOS.ID, GORONTALO – Pegadaian menggelar kegiatan Ngobras (Ngobrol Santai) bersama insan pers di Yulia Hotel, Karawo Meeting Room, Kamis (18/12/2025) malam. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara Pegadaian dan media, membahas berbagai program strategis serta transformasi layanan keuangan berbasis digital.
Kegiatan yang menghadirkan Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil V Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara, dan Papua, Pratikno, berlangsung dalam suasana santai namun tetap serius dan substansial. Para jurnalis aktif melontarkan pertanyaan kritis seputar peran Pegadaian dalam mendorong inklusi keuangan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Pratikno menegaskan, Pegadaian terus berkomitmen melakukan transformasi layanan agar semakin mudah diakses masyarakat, baik secara langsung maupun digital. Menurutnya, kolaborasi dengan insan pers menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi yang utuh dan transparan kepada publik.
“Forum seperti ini penting untuk membangun komunikasi dua arah. Kami ingin menjelaskan program Pegadaian sekaligus menerima masukan dari rekan-rekan media,” ujar Pratikno.
Dalam pemaparannya, Pratikno menjelaskan sejumlah program unggulan Pegadaian, di antaranya Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menyasar pelaku usaha mikro dan kecil. Melalui program ini, Pegadaian memberikan pembiayaan dengan batas maksimal pinjaman hingga Rp50 juta, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai regulasi pemerintah.
Selain KUR, Pegadaian juga mendorong optimalisasi layanan digital melalui aplikasi TRING, sebuah platform digital Pegadaian yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan keuangan. Melalui aplikasi ini, nasabah dapat memperoleh informasi produk, melakukan transaksi, hingga memantau layanan Pegadaian secara praktis dan cepat.
Menurut Pratikno, kehadiran aplikasi TRING merupakan bagian dari strategi Pegadaian dalam memperluas jangkauan layanan, khususnya kepada generasi muda dan masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi digital.
“Digitalisasi menjadi keharusan. Aplikasi TRING kami hadirkan untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan Pegadaian tanpa harus selalu datang ke outlet,” jelasnya.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman insan pers terhadap peran dan inovasi Pegadaian, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendorong literasi serta inklusi keuangan di wilayah Indonesia Timur. (Rama/Gopos)








