GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Pawai Obor Peringatan Hari Patriotik 23 Januari Tahun 2026 di Kabupaten Bone Bolango berlangsung semarak dan menyita perhatian masyarakat. Sejumlah warga tampak memadati kawasan Halaman Hotel Toewawa hingga sepanjang rute pawai, Kamis (22/1/2026) malam.
Pawai obor yang diikuti 140 peserta dari kalangan siswa SD dan SMP ini dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa. Para peserta, didampingi guru dan orang tua, berjalan tertib sambil membawa obor yang menyala, menciptakan suasana khidmat sekaligus mengharukan.
Cahaya obor yang menerangi malam menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang menyaksikan di sisi jalan, bahkan tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut dengan telepon genggam.
Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengatakan bahwa kegiatan pawai obor menjadi bagian penting dalam mengenang peristiwa bersejarah 23 Januari 1942, saat tokoh patriot Gorontalo, Nani Wartabone, mendeklarasikan kemerdekaan rakyat Gorontalo jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, malam ini kita bersama-sama mengenang jejak perjuangan patriotisme 23 Januari 1942. Sebanyak 140 peserta siswa SD dan SMP, bersama guru dan orang tua, ikut menghidupkan kembali semangat perjuangan melalui pawai obor ini,”kata Iwan Mustapa.
Menurutnya, pawai obor bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga sarana edukasi sejarah dan penguatan nilai kebangsaan bagi generasi muda. Ia menilai antusiasme peserta dan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat patriotisme masih hidup dan relevan hingga saat ini.
“Lewat pawai obor ini, adik-adik sekalian diajak untuk mengenang perjuangan Nani Wartabone serta memperkuat nilai kebangsaan. Insya Allah, besok upacara peringatan Hari Patriotik akan dilaksanakan di seluruh Provinsi Gorontalo,”ujarnya.
Iwan Mustapa juga mengajak para pelajar untuk meneladani nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam semangat belajar, disiplin, dan kepatuhan kepada guru serta orang tua.
“Semangat perjuangan itu harus diwujudkan dalam sikap disiplin, patuh kepada bapak ibu guru, dan terus berprestasi. Tanpa disiplin dan semangat belajar, kemerdekaan yang telah diraih para pahlawan tidak akan bermakna,”tandasnya. (Indra/Gopos)








