GOPOS.ID, GORONTALO – Polda Gorontalo mencatatkan keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Otanaha 2026. Berdasarkan evaluasi menyeluruh, indeks kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri dalam pengamanan Lebaran tahun ini mencapai angka di atas 80%.
Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Lukman Cahyono, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi solid antara kepolisian, instansi terkait, dan kepatuhan masyarakat yang meningkat dalam menjaga kondusivitas wilayah hukum Gorontalo.
Keberhasilan operasi ini tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari minimnya gangguan menonjol di lapangan. Seluruh rangkaian ibadah selama Ramadan, perayaan malam takbiran, hingga pelaksanaan salat Idulfitri berjalan dengan sangat kondusif. Kombes Pol. Lukman menegaskan bahwa penekangka kriminalitas dan jaminan kenyamanan masyarakat dalam bersilaturahmi menjadi prioritas utama yang berhasil direalisasikan secara maksimal oleh personel di lapangan.
Sektor pengelolaan arus lalu lintas menjadi sorotan utama, khususnya pada puncak perayaan Lebaran Ketupat yang biasanya identik dengan kemacetan parah. Pada tahun 2026 ini, situasi di titik-titik rawan justru terpantau lancar tanpa hambatan berarti. “Tahun ini alhamdulillah dapat dikelola dengan baik. Tidak ada kemacetan, hanya kepadatan kategori normal yang jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya. Ini berkat pengelolaan yang baik dan dukungan masyarakat yang menaati imbauan kami,” ujar Kombes Pol. Lukman Cahyono pada Senin (20/4/2026).
Kelancaran tersebut merupakan hasil dari penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas yang presisi. Tim di lapangan menerapkan sistem satu arah (one way) serta skema buka-tutup di lokasi krusial seperti ruas jalan menuju Gelanggang Olahraga (GOR), Ring Road, seputaran Tugu Ketupat, Tugu Tani, hingga Patung Berdoa. Area GOR mendapatkan perhatian khusus sebagai jalur utama menuju bandara guna memastikan mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi udara tidak terganggu oleh euforia perayaan.
Lebih lanjut, indikator keberhasilan operasi ini turut mencakup aspek ekonomi dan ketertiban sosial. Polda Gorontalo melaporkan bahwa stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting (sembako) tetap terjaga selama periode Lebaran. Di sisi lain, potensi kerawanan sosial seperti aksi pencurian, penganiayaan, hingga gangguan akibat konsumsi minuman keras dapat diredam sepenuhnya, sehingga masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan perasaan aman.
Sebagai penutup, Kombes Pol. Lukman Cahyono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel dan warga Gorontalo yang telah bekerja sama menciptakan suasana hari raya yang tertib. Operasi Ketupat Otanaha 2026 ini diharapkan menjadi standar baru dalam pengamanan hari besar di masa mendatang, di mana efektivitas rekayasa jalan dan pengamanan preventif terbukti mampu memberikan pelayanan prima bagi seluruh lapisan masyarakat. (Putra/Gopos)








