GOPOS.ID, KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib (WG), bersama Wakil Wali Kota, Rendy Virgiawan Mangkat (RVM), menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Kotamobagu dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Dandim 1303/BM Letkol Inf. Manashe Lomo, perwakilan Kapolres Kotamobagu AKP Donald S. Ngalimin, perwakilan Pengadilan Negeri Kotamobagu, Kepala BPS Jasni Makalunsenge, Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta, para asisten, pimpinan OPD, camat, lurah, sangadi, hingga berbagai elemen masyarakat seperti akademisi, perbankan, kelompok perempuan, tokoh adat, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan perwakilan anak.
Dalam sambutannya, Wali Kota Weny Gaib menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk menyatukan berbagai gagasan, aspirasi, dan komitmen dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
“Melalui forum ini, kita memastikan setiap kebijakan disusun secara partisipatif, berbasis data, terukur, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujarnya.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Kotamobagu yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi tercatat stabil di angka 5,28 persen pada 2025, setelah sebelumnya mencapai 5,42 persen pada 2023.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 77,49 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga berhasil ditekan dari 6,59 persen menjadi 5,97 persen, sementara rasio gini menurun dari 0,404 menjadi 0,305.
Di sisi lain, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita turut mengalami peningkatan dari Rp34,9 juta menjadi Rp43,3 juta per tahun.
Wali Kota juga mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk berpartisipasi aktif dengan menghadirkan ide-ide yang realistis, solutif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan sektoral, serta pastikan setiap program memberikan dampak nyata. Perencanaan harus berbasis data dan didukung analisis yang kuat,” tegasnya.
Ia menambahkan, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah dituntut lebih selektif dalam menentukan prioritas program yang benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi mewujudkan pembangunan yang lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan di Kota Kotamobagu.
“Dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita optimistis dapat menghadirkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya. (End/Gopos)








