GOPOS.ID, GORONTALO — Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo akhirnya berlangsung setelah beberapa kali tertunda. (Selasa/9/12/2025)
Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dinamika internal kali ini terasa jauh lebih panas dan penuh manuver politik. DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo bahkan turun tangan langsung, memastikan agenda organisasi tidak kembali molor serta tetap berjalan sesuai mekanisme partai.
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo yang juga Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, tampil sebagai figur penentu arah dan stabilitas. Di tengah riuhnya lobi politik yang mencoba masuk melalui berbagai jalur, Idah secara tegas menyatakan netralitasnya dalam pemilihan Ketua DPD II.
“Saya ingin netral. Saya menutup akses untuk bertemu, saya tidak menerima, bahkan telepon pun saya tidak angkat. Semua ada mekanismenya,” tegas Idah, menepis keras segala upaya yang ingin memengaruhi proses Musda.
Idah juga mengungkap adanya komunikasi dari DPP Partai Golkar terkait dukungan terhadap salah satu calon. Namun ia memilih berdiri tegak pada prinsip organisasi di daerah, memastikan keputusan tetap berada pada mekanisme Golkar di tingkat provinsi dan kabupaten.
“DPP cukup memberikan restu. Saya yang tahu kader saya, saya yang pimpin,” ujarnya, menegaskan posisi kendali dalam dinamika Musda.
Musda XI tahun ini mempertemukan empat figur kuat yang siap bertarung menunjukkan kapasitas mereka:
Zulfikar Usira
Iskandar Mangopa
Wilvon Malahika
Hendra Hemeto
Keempat calon ini bukan nama baru. Mereka memiliki basis kuat, pengalaman panjang, serta jaringan politik yang mumpuni. Persaingan diprediksi berlangsung ketat, sekaligus menjadi ajang uji soliditas Golkar menjelang kontestasi politik berikutnya.
Idah Syahidah juga meluruskan bahwa dirinya tidak menerima sepeser pun dari pelaksanaan Musda di Gorontalo, Gorut, maupun Boalemo. Ia mengingatkan bahwa proses organisasi harus berlangsung bersih, demokratis, dan berorientasi pada masa depan Golkar.
“Cari pemimpin yang bisa membawa partai ini lebih baik. Siapa pun yang terpilih nanti, majukan Partai Golkar dan tetap jalin komunikasi dengan calon-calon yang tidak terpilih,” pesannya.
Menutup arahannya, Idah menyerukan persatuan kader setelah Musda usai.
“Siapa pun terpilih, mari kita dukung bersama,” tandasnya. (Rama/Gopos)








