GOPOS.ID, BOALEMO – Rumah Sakit Clara Gobel (RSCG) Boalemo mendapat sorotan publik setelah sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait pelayanan. Salah satu warga, Warjito Mohammad Djafar, menilai sikap petugas di ruang ICU kurang humanis saat ia membawa orang tuanya berobat.
“Lama sekali kami duduk, tidak dihargai sama sekali oleh salah satu petugas yang dinas siang waktu itu. Sampai akhirnya saya datangi orang tersebut, dan menyampaikan kalau tidak ada niat melayani, kami pulang saja,” ujar Warjito.
Ia menambahkan, petugas yang kemudian menghampiri mereka menunjukkan wajah cemberut. “Seharusnya mereka melayani dengan hati, apalagi jika pasien datang dalam kondisi gawat darurat. Tidak perlu memperlihatkan wajah judes dan jutek. Pelayanan publik harusnya dimulai dengan salam, senyum, dan sapa,” katanya.
Keluhan serupa juga muncul dari pasien lain yang mengeluhkan keterlambatan pelayanan di poli karena dokter baru hadir sekitar pukul 10.30 WITA. Kondisi tersebut berdampak pada antrean panjang hingga ke apotek rumah sakit.
“Kondisi ini kemudian berdampak hingga antrean pengambilan obat yang menumpuk di apotek rumah sakit,” ungkap seorang pasien.
Selain itu, warga mempertanyakan fungsi bilik pengaduan yang dinilai tidak berjalan. “Mereka (Nakes) tunjuk saja kursinya kosong,” ujar seorang warga menirukan respons petugas ketika diminta melapor.
Pasien juga mengeluhkan ketersediaan obat yang sering kosong di apotek rumah sakit sehingga harus membeli di luar. “Meski obatnya diklaim BPJS, ongkos bentor pulang-pergi tetap harus kami bayar. Itu keluhan kami,” kata seorang warga.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSCG Boalemo, dr Wahyudin Dangkua, menyatakan laporan terkait perilaku petugas ICU akan ditelusuri lebih lanjut. Ia meminta agar laporan mencantumkan nama petugas atau minimal tanggal dan jam dinas untuk memudahkan klarifikasi.
“Kalau boleh, laporan mencantumkan nama petugas atau minimal tanggal dan jam dinas agar bisa kami lacak dan klarifikasi. Jika terbukti terulang, kami akan berikan sanksi,” jelas Wahyudin, Sabtu (22/11/2025).
Ia menegaskan bahwa keluhan masyarakat merupakan hal wajar bagi layanan publik dengan jumlah pasien yang besar. Pihak manajemen akan menjadikannya bahan introspeksi untuk perbaikan pelayanan.
“Semua keluhan kami tampung untuk meningkatkan layanan, mana yang belum optimal akan kami perbaiki,” tutup Wahyudin.(Yusuf/gopos)









P
Pelayanan buruk pecat kepala rumah sakit juga dokternya