GOPOS.ID, GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menghadirkan inovasi pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, mahasiswa melaksanakan program BUMIL TANGGUH (Ibu Hamil Tangguh) di Desa Hutadaa, Kabupaten Gorontalo, Jumat (24/7), sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan ibu hamil menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya saat terjadi bencana.
Program tersebut mengusung tema “Model Pemberdayaan Kader dan Tenaga Kesehatan Berbasis Buku Panduan Manajemen Kegawatdaruratan Ibu Hamil pada Situasi Bencana untuk Menurunkan Risiko Angka Kematian Ibu dan Anak di Desa Hutadaa.” Kegiatan dipusatkan di Koperasi Desa Hutadaa dan diikuti kader kesehatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG tidak hanya memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga meningkatkan kapasitas kader kesehatan desa agar mampu menjadi garda terdepan dalam mendampingi ibu hamil, terutama ketika menghadapi kondisi darurat.
Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan UNG di Desa Hutadaa mengatakan, kader kesehatan memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan BUMIL TANGGUH, kami berharap kader kesehatan di Desa Hutadaa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengenali kondisi darurat pada ibu hamil, terutama ketika terjadi bencana. Kader diharapkan mampu memberikan respons awal, membantu edukasi keluarga, serta segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan tanda-tanda kegawatdaruratan,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan Buku Panduan Manajemen Kegawatdaruratan Ibu Hamil pada Situasi Bencana yang menjadi pedoman praktis dalam melakukan deteksi dini, pendampingan, hingga penanganan awal terhadap ibu hamil berisiko.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Profesi Kesehatan UNG menjelaskan, keberhasilan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA) tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk membangun sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Dengan adanya buku panduan manajemen kegawatdaruratan ibu hamil pada situasi bencana, kader dan tenaga kesehatan memiliki acuan yang lebih terarah dalam melakukan pendampingan, deteksi dini, hingga koordinasi penanganan. Harapannya, program ini dapat membantu menurunkan risiko Angka Kematian Ibu dan Anak di Desa Hutadaa,” jelasnya.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi mengenai manajemen kegawatdaruratan ibu hamil, pengenalan tanda bahaya kehamilan, prosedur respons cepat, mekanisme rujukan, hingga pentingnya peran keluarga dalam mendukung keselamatan ibu dan bayi. Pelatihan juga dikemas secara interaktif melalui diskusi serta berbagi pengalaman antar kader kesehatan.
Program BUMIL TANGGUH menjadi bagian dari implementasi tema KKN Profesi Kesehatan UNG Tahun 2026 yang berfokus pada optimalisasi deteksi dini dan pendampingan kehamilan risiko tinggi untuk mempercepat penurunan AKI dan AKA.
Melalui kolaborasi mahasiswa, kader kesehatan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, UNG berharap terbentuk sistem pendampingan ibu hamil yang lebih tanggap, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan keselamatan ibu dan anak hingga ke tingkat desa. (Rama/Gopos)








