GOPOS.ID, GORONTALO — Kantor Desa Tonala malam itu berubah jadi panggung penuh warna dan tawa. Bukan untuk rapat desa, tapi untuk ajang yang bikin warga heboh, Lomba Bintang Vokal TMMD ke-126 kategori dewasa.
Suara-suara merdu bergema, sorak sorai penonton menyatu, menciptakan malam penuh euforia di jantung desa.
Dari siang hingga malam, warga tumpah ruah di halaman kantor desa. Kursi disusun rapi, sound system dites berulang kali, dan lampu warna-warni menambah semangat.
Saat lomba dimulai, suasana langsung pecah semua mata tertuju ke panggung sederhana yang menjelma jadi pusat hiburan desa.
“Kami ingin warga bukan cuma ikut bangun jalan, tapi juga bangun semangat dan kreativitas mereka,” ujar salah satu Babinsa TMMD Tonala dengan senyum bangga.
Pesan itu terasa malam itu. TMMD bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tapi juga membangun vibes kebersamaan.
Tepat pukul 20.00 Wita, Kepala Desa Tonala membuka acara dengan sambutan singkat yang membakar semangat. Satu per satu peserta dewasa tampil percaya diri, membawakan lagu favorit mereka.
Dari lagu pop, dangdut, sampai balada nostalgia, semuanya dapat tepuk tangan meriah.
“Ini bukan cuma lomba nyanyi, tapi ajang buat warga belajar tampil, percaya diri, dan saling dukung,” ungkap salah satu tokoh masyarakat yang ikut menonton dari awal sampai akhir.
Semakin malam, suasana makin hangat. Anak-anak kecil berlarian di sekitar panggung sambil ikut menyanyi, sementara para orang tua menikmati setiap penampilan dengan penuh bangga.
Setiap lagu yang dibawakan terasa seperti cerita dari hati warga Tonala sendiri.
Di balik semua tawa dan musik, ada makna besar, TMMD bukan sekadar program fisik, tapi ruang untuk menghidupkan seni dan budaya lokal.
Kolaborasi TNI dan masyarakat membuat Desa Tonala terasa hidup bukan hanya karena jalanan yang diperbaiki, tapi karena semangat yang tumbuh di antara warganya.
Malam ditutup dengan senyum lebar dan tawa hangat. Panggung sederhana itu jadi saksi bahwa kreativitas bisa tumbuh di mana saja, bahkan di desa kecil sekalipun.
Desa Tonala membuktikan, kalau musik dan kebersamaan berpadu, setiap desa bisa jadi panggung besar untuk bakat, persaudaraan, dan kebanggaan. (Isno/gopos)








