GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Dunia pendidikan Bone Bolango kembali mendapat suntikan baru dengan hadirnya Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 6. Kehadiran sekolah ini tak sekadar menambah pilihan pendidikan, tetapi membuka peluang bagi anak-anak Bone Bolango dan Gorontalo untuk mendapatkan layanan pendidikan berkualitas tanpa harus keluar daerah.
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, menyebut terpilihnya Bone Bolango sebagai salah satu lokus SNT menjadi peluang besar untuk memperkuat daerah sebagai kawasan pendidikan.
“Alhamdulillah Bone Bolango dipilih sebagai lokus keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi. Tentu pemerintah daerah sangat berterima kasih karena ini akan terus memperkaya Bone Bolango sebagai kawasan pendidikan,” ujar Iwan saat menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SNT 6 Bone Bolango di BPMP Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, kehadiran SNT melengkapi ekosistem pendidikan baru di Bone Bolango setelah sebelumnya hadir Sekolah Garuda. Pemkab Bone Bolango pun memastikan dukungan terhadap pengembangan SNT, khususnya dalam penyiapan lahan untuk pembangunan infrastruktur sekolah.
Iwan mengatakan, Bupati Bone Bolango Ismet Mile telah mengarahkan jajaran pemerintah daerah menyiapkan langkah-langkah pengadaan lahan. Sementara dukungan pembiayaan pembangunan SNT berasal langsung dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
“Pak Bupati sudah menyampaikan dan mengarahkan kita untuk menyiapkan langkah-langkah kesiapan membantu pengadaan lahan dalam rangka pembangunan infrastruktur SNT 6 ini,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala SNT 6 Bone Bolango, Surahmat Hasjim, mengatakan 12 tenaga pendidik yang saat ini bertugas merupakan hasil seleksi nasional dari ribuan pelamar dan telah mendapatkan pembekalan dari Kementerian Pendidikan. Empat guru berasal dari Gorontalo, sementara delapan lainnya berasal dari sejumlah daerah.
Surahmat menegaskan, komposisi tersebut merupakan hasil seleksi nasional yang terbuka bagi seluruh guru yang memenuhi kualifikasi.
“Dibuka kesempatan kepada siapa saja yang memenuhi kualifikasi sebagai guru di SNT untuk melamar, mengikuti seleksi, dan kemudian memperoleh penempatan,” katanya.
Untuk tahap awal, para pendidik tersebut berstatus tenaga pendamping pembelajaran. Pemerintah juga direncanakan membuka seleksi guru dengan status kepegawaian yang lebih permanen pada akhir 2026.
Surahmat menegaskan, SNT 6 tidak ingin hanya hadir sebagai sekolah baru dengan fasilitas berbeda. Sekolah tersebut diarahkan untuk mengembangkan kemampuan akademik, kompetensi, minat dan bakat siswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi masa depan.
Pembelajaran tidak hanya mengadopsi kurikulum nasional, tetapi juga memperhatikan kekhasan lokal, budaya daerah dan perspektif internasional. Untuk memperkuat konsep tersebut, pihak sekolah telah melakukan benchmarking ke sejumlah sekolah terbaik di Indonesia.
“Kami melakukan benchmarking kepada sekolah-sekolah terbaik di Indonesia agar memperoleh gambaran bagaimana sekolah yang memberikan layanan terbaik atau layanan internasional dapat kita tiru hal-hal baiknya,” ungkapnya.
SNT 6 Bone Bolango merupakan bagian dari pengembangan SNT di 17 titik di Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan berkualitas yang selama ini membuat sebagian siswa harus meninggalkan Gorontalo.
Surahmat berharap SNT 6 tidak menjadi sekolah yang eksklusif, melainkan tumbuh dekat dengan masyarakat dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak daerah.
“Sekolah ini ingin mengatasi hal tersebut sehingga anak-anak terbaik dari Bone Bolango dan Provinsi Gorontalo dapat juga merasakan pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya. (Firsa/Gopos)








