GOPOS.ID, GORONTALO – Upaya menjaga laut tak cukup hanya dengan mengandalkan kesadaran. Aksi nyata untuk memulihkan ekosistem juga diperlukan. Hal itu dilakukan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Bank Indonesia melalui program GENSEA (Under The Blue: Restorasi Karang, Restorasi Masa Depan).
GENSEA menjadi langkah nyata generasi muda dalam mendukung upaya konservasi ekosistem lalut melalui restorasi terumbu karang. Mengusung tema “Under The Blue: Restorasi Karang, Restorasi Masa Depan”, kegiatan GENSEA dilaksanakan di Pantai Botutonuo Lorong 5, Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
GenBI UNG menggandeng komunitas konservasi laut Kompak Barrier Reef Botutonuo dan Diver Santuy dalam pelaksanaan program tersebut. Kedua komunitas itu memberikan pendampingan dalam proses restorasi karang.
Dalam pelaksanaan kegiatan GENSEA, peserta diberikan pemahaman dan edukasi serangkaian kegiatan konservasi. Diawali edukasi mengenai ekosistem lau, kemudian membuat media tanam karang, melakukan transplantasi, hingga melepas bibit karang. Bibit karang ditanam menggunakan metode transplantasi spider. Metode tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang di kawasan Botutonuo.
Kegiatan GENSEA hadir sebagai respons terhadap pentingnya menjaga keberadaan terumbu karang. Terumbu karang sendiri memiliki fungsi ekologis penting bagi kehidupan laut. Selain menjadi habitat berbagai biota, keberadaannya turut menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir.

Ketua Panitia GENSEA, Ananda Putra Lamanda, menyampaikan kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen GenBI UNG dalam memberikan kontribusi berkelanjutan di bidang lingkungan.
“Melalui GENSEA, kami ingin menghadirkan aksi nyata bahwa generasi muda tidak hanya memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga konsisten mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Restorasi karang menjadi investasi lingkungan untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Ananda.
Pembina GenBI Gorontalo, Hatfan Hizriyan Syaidan, mengapresiasi inisiatif GenBI UNG yang menghadirkan program lingkungan dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan GENSEA menunjukkan mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia mampu mengimplementasikan nilai kepedulian sosial dan lingkungan melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi ekosistem.
“Kami mengapresiasi langkah GenBI UNG yang menghadirkan GENSEA sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Program ini menunjukkan bahwa GenBI tidak hanya berfokus pada pengembangan kapasitas mahasiswa, tetapi juga mampu menciptakan kontribusi nyata melalui aksi konservasi. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Hatfan selaku Pembina GenBI Gorontalo.
Pelaksanaan GENSEA turut mendapat dukungan Bank Indonesia selaku pembina GenBI. Sejumlah pihak juga terlibat, termasuk komunitas penyelam dan pihak terkait di kawasan Botutonuo. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam pelaksanaan restorasi agar berjalan sesuai dengan prinsip konservasi lingkungan laut.
Program GENSEA diharapkan menjadi awal dari komitmen GenBI UNG dalam menghadirkan program lingkungan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini GenBI Gorontalo dapat menunjukkan peran generasi muda sebagai penggerak perubahan dalam menjaga kelestarian ekosistem laut. (*/nurul fadilah/hasan/gopos)








