GOPOS.ID, GORONTALO – Menjelang perayaan Tumbilotohe, penjualan lampu botol minyak mulai ramai di sejumlah sudut Kota Gorontalo. Tradisi penyalaan lampu minyak pada malam ke-27 Ramadan itu mendorong warga berburu perlengkapan lampu, termasuk botol lampu dan sumbu.
Salah satu titik penjualan yang terlihat ramai berada di Jalan Sam Ratulangi, tepatnya di Kelurahan Limba U1, Kota Gorontalo, Kamis (12/3/2026). Para pedagang mulai menata berbagai perlengkapan lampu minyak yang akan digunakan masyarakat untuk menyemarakkan malam tradisi tersebut.
Salah satu pedagang, Iin Sutomo, mengatakan harga lampu minyak yang dijualnya bervariasi. Untuk satu paket, pembeli bisa mendapatkan lima buah lampu dengan harga Rp5.000. Ada pula paket empat lampu yang dijual dengan harga yang sama.
Selain lampu, Iin juga menjual sumbu lampu dengan harga Rp5.000 per ikat yang berisi 10 sumbu.
Menurut Iin, harga lampu minyak dari pemasok mengalami kenaikan. Jika sebelumnya ia membeli sekitar Rp100.000 untuk 1.000 lampu, kini harga naik menjadi Rp150.000 untuk jumlah yang sama.
Meski begitu, ia tidak langsung menaikkan harga jual kepada pembeli. Penyesuaian dilakukan dengan mengurangi jumlah lampu dalam satu paket. Jika sebelumnya Rp5.000 bisa mendapatkan lima lampu, kini sebagian paket berisi empat lampu.
“Kalau harga dinaikkan langsung biasanya pembeli keberatan, jadi kami sesuaikan jumlahnya,” ujar Iin.
Ia menambahkan, penjualan lampu minyak biasanya belum terlalu ramai jauh hari sebelum perayaan. Keramaian pembeli umumnya baru terlihat dua hari sebelum malam pemasangan lampu atau H-2 Tumbilotohe.
Pada waktu tersebut, permintaan masyarakat meningkat tajam. Bahkan, tidak jarang persediaan minyak tanah menjadi terbatas karena tingginya kebutuhan warga untuk menyalakan lampu.
Menurut Iin, meskipun kini banyak dipasang lampu hias modern di sepanjang jalan, lampu minyak tradisional tetap diminati masyarakat.
“Banyak warga masih ingin mempertahankan nuansa asli tradisi Tumbilotohe. Lampu minyak dianggap lebih mencerminkan budaya dan kearifan lokal Gorontalo dibandingkan lampu hias modern,” katanya. (Winang/Mg-Gopos)








