GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Keluhan terkait minimnya fasilitas ATM serta gangguan pada layanan mobile banking milik Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Gorontalo mendapat sorotan dari DPRD Kota Gorontalo. Sejumlah warga hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo mengaku mengalami kesulitan saat melakukan transaksi perbankan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Gorontalo, Herman Haluti, Senin (9/3/2026), mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait keterbatasan fasilitas ATM serta gangguan pada aplikasi mobile banking BTN.
Menurutnya, persoalan tersebut mulai terasa sejak Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemerintah Kota Gorontalo berpindah dari Bank SulutGo ke Bank Tabungan Negara.
“Tak jarang sampai terjadi antrean panjang di ATM,” kata Herman.
Ia menilai, seharusnya pihak bank telah mempersiapkan fasilitas layanan yang memadai sejak awal, termasuk ketersediaan mesin ATM yang cukup untuk melayani masyarakat maupun ASN.
“Saya tidak habis pikir. Itu saja sudah menyulitkan warga. Berbeda dengan fasilitas ATM yang disediakan bank sebelumnya yang jumlahnya banyak dan tersebar hampir di semua wilayah,” tegasnya.
Selain itu, Herman juga menyoroti aplikasi Bale milik BTN yang disebut sering mengalami gangguan saat digunakan oleh nasabah. Kondisi ini dinilai semakin mempersulit masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan.
Tidak hanya itu, ia juga menyinggung layanan penukaran uang pecahan kecil yang dinilai belum maksimal, terutama menjelang momen Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri. Pada periode tersebut, masyarakat biasanya membutuhkan uang pecahan kecil untuk berbagi zakat kepada keluarga maupun warga sekitar, khususnya saat tradisi malam pasang lampu.
Menurut Herman, kebutuhan uang pecahan kecil pada momentum tersebut cukup besar. Ia bahkan memperkirakan perputaran uang dapat mencapai miliaran rupiah.
“Bayangkan ada sekitar 4.000 ASN Kota Gorontalo. Jika masing-masing menukar satu juta rupiah saja, maka ada sekitar Rp4 miliar uang yang beredar selama Ramadan. Belum termasuk pejabat maupun pengusaha yang juga membagikan zakat dalam jumlah besar,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai perbankan seharusnya mampu mempersiapkan layanan penukaran uang pecahan kecil sejak awal dengan berkoordinasi bersama Bank Indonesia.
“Jangan hanya mengelola uangnya, tapi tidak siap memberikan fasilitas layanannya,” pungkas Herman.
Menanggapi hal tersebut, Pj Branch Manager KC Gorontalo Bank Tabungan Negara, Irwan Hasbullah, memberikan klarifikasi bahwa fasilitas ATM BTN di wilayah Gorontalo sebenarnya sudah cukup tersedia.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 17 mesin ATM/CRM yang telah beroperasi di wilayah Gorontalo, dengan 13 di antaranya berada di wilayah Kota Gorontalo.
“Selain itu, saat ini juga sedang dalam proses penambahan empat mesin ATM/CRM tambahan di wilayah Kota Gorontalo,” jelas Irwan.
Irwan menambahkan, sebagai salah satu bank BUMN yang tergabung dalam jaringan Himbara, nasabah BTN juga dapat melakukan transaksi di ATM berlogo LINK yang tersedia di berbagai bank anggota Himbara di Kota Gorontalo.
Terkait layanan penukaran uang pecahan kecil, Irwan menegaskan bahwa mekanisme penukaran uang bagi masyarakat umum difasilitasi langsung oleh Bank Indonesia melalui layanan pemesanan online di situs SI PINTAR.
“BTN sebagai salah satu bank penyalur telah melaksanakan penukaran uang rupiah kepada masyarakat sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, DPRD Kota Gorontalo melalui Komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak Bank Tabungan Negara guna meminta penjelasan lebih lanjut terkait berbagai keluhan tersebut. (Rama/Gopos)








