No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Koalisi, Basa-basi, Ambisi

Hasan by Hasan
Rabu 6 September 2023
in Politik
0
Ilustrasi Koalisi Partai (dok. Rumah Pemilu.org)

Ilustrasi Koalisi Partai (dok. Rumah Pemilu.org)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Hasanuddin Djadin

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Koalisi mengandung arti kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dalam parlemen. Sementara Wikipedia memberi pengertian koalisi adalah sebuah atau sekelompok persekutuan, gabungan, atau aliansi beberapa unsur, yang dalam kerjasamanya, masing-masing memiliki kepentingan sendiri-sendiri.

Di tanah air, sejak Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 bergulir, istilah koalisi makin akrab dalam perbincangan masyarakat. Dari forum-forum resmi atau formal hingga forum diskusi warung kopi, kata koalisi senantiasa terselip ketika membahas soal politik. Istilah tersebut menjadi akrab seiring kebijakan Presidential Threshold atau ambang batas pencalonan presiden.

Kala itu (Pemilu 2004), Presidential Threshold ditetapkan sebesar 15 persen dari jumlah kursi DPR RI atau 20 persen dari jumlah suara sah nasional. Selanjutnya pada Pemilu 2009, Presidential Threshold dinaikkan menjadi 20 persen dari jumlah kursi DPR RI atau 25 persen dari jumlah suara sah nasional. Itu artinya partai politik atau gabungan partai politik harus memiliki total 115 kursi di DPR RI atau 25 persen suara nasional untuk bisa mengajukan pasangan calon presiden wakil presiden. (Ketentuan yang sama juga berlaku untuk Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada dengan acuan total jumlah kursi DPRD setiap tingkatan).

Baca Juga :  Ramai-ramai Berikan Dukungan, Bukti Warga Kota Gorontalo Mencintai Haji Ramli

Ketentuan Presidential Threshold ini “memaksa” partai politik yang memiliki kursi di DPR untuk berkoalisi. Meski dalam perjalanan sejak Pemilu 2004 ada dua partai politik yang bisa mengajukan pasangan capres-cawapres tanpa koalisi. Yakni Partai Demokrat (hasil Pemilu 2004), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP (hasil Pemilu 2014 dan Pemilu 2019).

Selain ketentuan regulasi, beberapa hal lain ikut pula mendorong parpol mau tidak mau harus berkoalisi dalam pencalonan Pilpres. Seperti penggalangan pemilih, efektivitas kampanye, hingga dukungan logistik dan pendanaan. Tentu semua itu akan sangat berat bila hanya ditanggung satu parpol atau satu pasangan capres-cawapres saja.

Aspek pendanaan, misalnya. Sekadar gambaran, pada Pilpres 2019 Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin melaporkan pengeluaran kampanye senilai Rp601 miliar. Sementara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan pengeluaran kampanye senilai Rp211,5 miliar.

Merujuk pada pengertian kerja sama, koalisi idealnya dibangun berdasar tujuan yang sama. Lebih ideal lagi untuk kepentingan umum dan jangka panjang. Sebab partai politik merupakan instrumen penting dalam demokrasi. Partai politik memiliki peran penting dalam melahirkan kader-kader pemimpin, memperjuangkan aspirasi rakyat, serta mengawal pengelolaan pemerintahan yang baik dan amanah.

Baca Juga :  Profesionalisme Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Dipertanyakan

Sayangnya konteks ideal itu baru sebatas basa-basi dalam diskusi di pelbagai ruang dan waktu. Menjadi basa-basi dalam perbincangan tentang demokrasi. Sekadar basa-basi ketika Pemilu diharapkan menjadi edukasi politik bagi masyarakat.

Koalisi yang diharapkan menjadi jembatan menuju tujuan bersama lebih banyak diwarnai ambisi untuk berkuasa dan menjadi penguasa. Jauh dari kata edukasi. Yang ada hanyalah berebut porsi. Menjual kepentingan rakyat dan masa depan bangsa, padahal tujuan akhirnya hanyalah sekadar memakmurkan keluarga berserta kroni dan kolega.

Ambisi untuk berkuasa telah meruntuhkan naluri dan mematikan empati. Tak peduli lagi hitam putih. Koalisi yang sejatinya dibangun lewat komunikasi dan lobi-lobi berkualitas. Koalisi seyogiyanya menjadi perekat solidaritas. Bukan sekadar komoditas untuk transaksional.(***)

Penulis adalah Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab media gopos.id

Tags: AmbisiKoalisiPolitik
Previous Post

Ryan Kono Pastikan Rencana Strategis Pemerintah Tetap Berjalan Sesuai Target

Next Post

Polisi Amankan Ibu Pembuang Bayi di Kota Gorontalo

Related Posts

Screenshot
Politik

Muscab PPP Kota Gorontalo Digelar, Rivai Bukusu Kantongi Diskresi DPP untuk Kembali Maju

Minggu 5 April 2026
Sekretaris Jendral Partai Amanat Nasional, Eko Hendro Purnomo. (Foto:Abin/Gopos)
Politik

Target Masuk 4 Besar Nasional, PAN Siapkan Kandidat DPR-RI dari Gorontalo

Minggu 5 April 2026
Screenshot
Politik

Resmi Pimpin PPP, Ismet Mile Targetkan PPP Gorontalo Rebut Kursi DPR RI di Pemilu 2029

Rabu 11 Maret 2026
Screenshot
Politik

Adhan Dambea: Dalam Politik Jangan Ada Dendam Antar Politisi

Jumat 6 Maret 2026
Wahyu Moridu
Politik

PDI-P Gorontalo Tanggapi Gugatan Wahyudin Moridu di PTUN

Jumat 20 Februari 2026
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, resmi menahkodai DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Gorontalo. Kepastian itu disampaikannya saat menggelar halal bihalal Pemerintah Daerah bersama TP-PKK yang dihadiri ribuan masyarakat dan dirangkaikan dengan syukuran di kediaman pribadinya, Minggu (8/2/2026). (Foto Indra/Gopos)
Bone Bolango

Ismet Mile Kuasai PPP Gorontalo, Ribuan Warga Beri Dukungan

Minggu 8 Februari 2026
Next Post
Polresta Gorontalo Kota berhasil mengamankan ibu pembuang bayi di kelurahan, Limba UII, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Polisi Amankan Ibu Pembuang Bayi di Kota Gorontalo

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Terpopuler

  • Ilustrasi AI

    ASN dan PPPK Tak Boleh Rangkap Jabatan sebagai Anggota BPD, Ini Penjelasan Aturannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Nurdin Resmi Dilantik sebagai Sekda Boalemo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebahagiaan Selimuti Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo di Hari Kartini ke-147

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Pohuwato Tahan Empat Tersangka Penganiayaan di Lokasi PETI Hulawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Pelayanan, RSUD Hasri Ainun Habibie Lakukan Penilaian Potensi Pegawai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.