GOPOS.ID, GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Desa Meranti 2025 melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) 3 dirangkaikan dengan Sosialisasi Tata Cara Pemeliharaan Infrastruktur Permukiman serta Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Meranti, Rabu (24/9/2025). FGD dan sosialisasi berlangsung di Kantor Desa Meranti, Kecamatan Tapa, Bone Bolango.
FGD 3 dan sosialisasi dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hasdiana, S.Pd., M.Sn, Kepala Desa Meranti; Oman Yusuf, A.Md.Sek, beserta perangkat desa, masyarakat, dan mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur UNG. Kehadiran berbagai pihak menjadi bukti pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun desa.
Koordinator Desa KKN UNG, Alfandi Banini, menyampaikan melalui FGD 3, mahasiswa KKN tidak hanya menyuguhkan materi-materi sosialisasi tetapi juga merumuskan rancangan teknis infrastruktur serta memastikan desain yang disusun dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Kami berusaha menghadirkan rancangan infrastruktur yang realistis, aplikatif, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah desa, hingga PUPR menjadi kunci agar hasil perencanaan dapat diimplementasikan dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Materi sosialisasi Tata Cara Pemeliharaan Infrastruktur Permukiman disampaikan perwakilan Dinas PU Bone Bolango, Dr.Ir. Eriyanto Lihawa,ST., MT., IPU. Selanjutnya materi sosialisasi PHBS disampaikan Ahli Gizi Desa, Fitra Ramdan, A.Md, Gizi.
Dalam sosialisasi, Eriyanto memberikan arahan terkait cara pemeliharaan infrastruktur permukiman desa dan bagaimana manajemen operasional dan pemeliharaan pasca pembangunan.
“Infrastruktur tidak hanya dibangun, tetapi juga harus dirawat. Peran aktif masyarakat dalam pemeliharaan sangat menentukan keberlanjutan fungsi infrastruktur tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Fitra Ramdan, menekankan pentingnya PHBS dalam mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur desa. Menurutnya, infrastruktur yang baik harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan FGD 3 ini, telah lahir rancangan infrastruktur yang tidak hanya menjawab kebutuhan dasar desa, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif masyarakat Meranti dalam menjaga kesehatan, kebersihan, dan keberlanjutan pembangunan.(*/hasan/gopos)








