No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Kemenhaj temukan 400 ribu data tidak valid dari 5,7 juta data haji

Hasan by Hasan
Senin 28 September 2026
in Menyapa Nusantara
0
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, BALI – Angka masa tunggu haji yang selama ini tercatat secara administratif ternyata belum sepenuhnya menggambarkan kondisi antrean yang sebenarnya. Kementerian Haji dan Umrah menemukan sekitar 400 ribu data tidak valid setelah melakukan validasi terhadap 5,7 juta data jamaah haji yang terdaftar.

Hasil pembenahan data tersebut membuat pemerintah menghitung ulang masa tunggu berdasarkan jumlah jamaah yang dinilai benar-benar masih berada dalam antrean

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, validasi dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperbaiki penghitungan masa tunggu keberangkatan haji.

“Tapi tahun lalu Presiden juga menyatakan itu masih lama, akhirnya Pak Menteri, saya dan seluruh tim di Kementerian Haji itu membersihkan atau memvalidasi 5,7 juta data jamaah haji yang ada sekarang dan kami temukan ada 400 ribu data invalid,” kata Dahnil seusai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9).

Baca Juga :  Jangan Biarkan Si Miskin Jadi Mangsa Bandar Judol

Menurut Dahnil, setelah data dibersihkan, pemerintah menghitung kembali masa tunggu berdasarkan kondisi faktual jamaah yang masih berada dalam antrean.

“Nah, setelah kami hitung secara faktual, antrean haji pada tahun ini itu yang berangkat rata-rata menunggu hanya 14 tahun,” ujarnya.

Angka tersebut berbeda dengan masa tunggu yang sebelumnya tercatat secara administratif. Dahnil mengatakan masa tunggu haji sempat mencapai 49 tahun sebelum pemerintah mengubah formula penghitungan sehingga antrean administratif menjadi rata-rata 26 tahun.

“Jadi, dari 49 kemudian jadi 26 tahun, sekarang antrean faktual haji itu 14 tahun sesuai dengan perintah Presiden mencari formula dan membereskan data-data yang invalid 400 ribuan itu,” katanya.

Presiden Prabowo, lanjut Dahnil, meminta Kementerian Haji dan Umrah terus mencari formula yang dapat memperpendek masa tunggu keberangkatan jamaah.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Jadi Prioritas, Mensos Targetkan 400 Ribu Peserta Didik

Selain itu, pemerintah akan melanjutkan pembenahan data dan tata kelola penyelenggaraan haji. Langkah tersebut diharapkan membuat informasi mengenai masa tunggu yang diterima calon jamaah semakin sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Sebelumnya, pada Juni 2026, Dahnil juga menyebut masa tunggu haji reguler secara faktual berada di kisaran 13 hingga 14 tahun. Namun, secara administratif, masa tunggu ketika itu masih mencapai 26 tahun.

Dahnil saat itu menjelaskan mayoritas jamaah yang berangkat secara faktual telah menunggu sekitar 10 hingga 12 tahun.

Dengan ditemukannya sekitar 400 ribu data tidak valid dari total 5,7 juta data yang divalidasi, Kementerian Haji dan Umrah kini memiliki dasar yang lebih akurat untuk menghitung antrean keberangkatan haji berdasarkan kondisi faktual jamaah.(Antara/gopos)

Tags: Antrean HajiData HajiMenyapa Nusantara
Previous Post

Sekretariat Jurnalis Gorontalo Digondol Maling, Polisi Turun Selidiki

Next Post

Presiden Instruksikan Rumah Sakit Tak Bedakan Pasien BPJS dan Non-BPJS

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai BPJS Kesehatan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto.
Menyapa Nusantara

Presiden Instruksikan Rumah Sakit Tak Bedakan Pasien BPJS dan Non-BPJS

Senin 28 September 2026
Menyapa Nusantara

Mengaktifkan Koperasi Desa

Senin 28 September 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: Angin segar peningkatan kesejahteraan petani Indonesia

Senin 28 September 2026
Menyapa Nusantara

Memberantas Korupsi, Menjaga Integritas dan Marwah Perguruan Tinggi

Selasa 22 September 2026
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara kepada pers setelah pertemuan koordinasi terbatas mengenai percepatan pengembangan bioetanol dengan 44 regent dari berbagai pusat produksi di Jakarta, Senin (21 September 2026). (ANTARA/M. Harianto
Menyapa Nusantara

Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan untuk Industri Bioetanol

Selasa 22 September 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: SPHP Beras Ditambah 1 Juta Ton

Senin 21 September 2026
Next Post
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai BPJS Kesehatan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Instruksikan Rumah Sakit Tak Bedakan Pasien BPJS dan Non-BPJS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Pelantikan sejumlah Kepala Sekolah di Kota Gorontalo yang dilaksanakan beberapa bulan kemarin

    Mutasi Kepala Sekolah di Kota Gorontalo Disorot, Sertifikasi Guru SD dan SMP Terbengkalai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ditreskrimsus Polda Amankan 9 Orang Diduga Terlibat PETI di Tilangobula Suwawa Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Perzinahan Bos Kedai MIB Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerangka Manusia di Kebun Tebu Paguyaman Berjenis Kelamin Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yeyen Sidiki Perjuangkan Aspirasi UMKM, 25 Pelaku Usaha Difasilitasi Urus NIB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.